Warga Minta Bupati Bireuen Segera Buka Kembali Kantor Pembantu Imigrasi

Sotarduganews, Bireuen — Warga pada tujuh belas kecamatan di Kabupaten Bireuen, minta kepada Bupati Bireuen Muzakkar A Gani, untuk segera membuka kembali Kantor Pembantu Imigrasi di Komplek Pendopo Bupati yang telah tutup sejak tahun 2018 lalu.

Hal ini disampaikan sejumlah warga masyakarat dalam keluhannya kepada media ini, Kamis (25/07), menyebutkan sejak tutup Kantor Pembantu Imigrasi di Komplek Pendopo Bupati Bireuen, Warga harus berbuat pasport pergi lagi ke Kantor Imigrasi Kelas II di Lhokseumawe.

Yang jarak tempuh sangat jauh dan menghabiskan waktu satu hari penuh, kalau dulu warga masyarakat untuk buat pasport cukup ke Kota Bireuen, walaupun administrasi sudah diperiksa secara lengkap di Kantor Pembantu Imigrasi Bireuen harus pergi juga ke Kantor Imigrasi Kelas II di Lhokseumawe harus difoto.

Karena belum ada alat perangkat lunak foto, tetapi sudah meringankan mareka, sebab tidak begitu lama menunggu di foto oleh petugas sudah lengkap administrasi dan antri, tapi dengan ditutup Kantor Pembantu Imigrasi, sejak Bupati H Ruslan M Daud, sampai kini belum dibuka, ujar Syamsul (56) warga Kota Bireuen.

Diharapkan kepada Bupati Bireuen Muzakkar A, Gani,dapat membuka Kembali Kantor Pembantu Imigrasi di Komplek Pendopo Bupati Bireuen,yang sudah tutup total itu, akibat kurang dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen waktu itu masih dijabat Bupati Bireuen H Ruslan M Daud, tambah M Yoga, warga Kecamatan Juli Bireuen.

Bupati Bireuen Muzakkar A Gani,yang dikonfirmasi hal ini, terhadap keinginan warga masyakarat,untuk dibuka kembali Kantor Pembantu Imigrasi Bireuen,belum terhubung malam ini.

Sedangkan Muhammad Saleh, Pegawai Imigrasi Kelas II di Lhokseumawe,yang diperbantukan di Kantor Pembantu Imigrasi Bireuen, waktu itu yang dihubungi Kamis (25/06) mengatakan, membenarkan ditutupnya Kantor Pembantu Imigrasi Bireuen di Komplek Pendopo Bupati Bireuen, akibat kurang dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, saat itu masih dijabat Bupati Bireuen H Ruslan M Daud,tidak mau menyediakan perangkat foto, sebagai bahan utama buat pasport.

Bila sekarang dibuka kembali, pihaknya bisa melakukan membuat mediasi dengan Kepala Imigrasi Kelas II Lhokseumawe dengan Bupati Bireuen Muzakkar A Gani, agar dapat menyediakan satu ruangan atau toko milik Pemerintah Kabupaten Bireuen, untuk Kantor Pembantu Imigrasi Bireuen.

Sedangkan perangkat kamera foto, bersama beberapa Petugas Imigrasi, kita usahakan agar beberapa petugas Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe bisa kita bawa ke Bireuen.

Untuk pembuatan pasport bagi warga masyarakat Kabupaten Bireuen yang selama ini setelah tutup Kantor Pembantu Imigrasi Bireuen setiap hari harus ke Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe cukup merepotkan dan sulit ditempuh.

Malah perangkat lunak kamera foto yang harga ratusan juta rupiah ini sudah tersedia di Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, tinggal hanya Bupati Bireuen Muzakkar A, Gani, menyediakan satu unit toko atau ruangan, untuk itu, tambah Muhammad Saleh.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.