Raja Lontung Marsada. Banua Raja Sabulan -Hari Ara Maranak- Parmasan Si Jagar Rubi Urat

Oleh : Andar Mangatas Situmorang Si7Ama Nagabe Jala Nabonggal turunan Raja Lontung, kelahiran Sibabiat Urat, Palipi Samosir, Ketua Umum Yayasan Komponis Nasional Guru Nahum Situmorang

Partangian Bolon Raja Lotung

7 MARGA KETURUNAN RAJA LOTUNG

dulu bermukim di Banua Raja Sabulan, kemudian nyebrang pindah ke Haria Rama Ranak di Bius/Negeri Urat :

1.OMPU TUAN SITUMORANG
2.  TOGA SINAGA
3.TOGA PANDIANGAN.
4.TOGA ÑAINGGOLAN.
5. TOGA SIMATUPANG.
6.TOGA ARITONANG.
7.TOGA SIREGAR.
8.SI BORU AMAK PANDAN
9.SI BORU PANGGABEAN

Lagu Raja Lotung Ciptaan Nahum Situmorang

Lokasi Pohon Hari Ara Maranak tempat Bermukim dan Makam Si Raja Lontung dan tempat untuk Rapot Bius Turunan nya RAJA LONTUNG.

Raja Lontung adalah nenek moyang dari 7 marga besar Suku Batak. Sering disebut Lontung Sisia Sada Ina. Artinya Lontung bersembilan yang punya ibu satu. Raja Lontung empunyai 7 anak dan 2 boru yang dianggap sebagai anak. Situmorang, Sinaga, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Siregar, Aritonang, dan dua boru yang dianggap sebagai Si Boru Amak Pandan dan Si Boru Panggabean

Komplek makam Raja Raja PARMASAN SI JAGA RUBI di Urat Palipi Samosir. tempat makam nya Raja turunan nya Raja Lontung Boru Pareme sampai dengan turunannya yg ke tiga di makamkan di sini.

Lagu Situmorang Nabonggal Ciptaan Nahum Situmorang

Makam Raja – raja Parmasan si  Jaga Rubi

ASAL – USUL SI RAJA LOTUNG

Si Raja Batak memiliki 3 orang anak yaitu:
1. Guru Tatea Bulan (Naimarata).
2. Si Raja Isumbaon (Nai Sumbaon).
3. Toga Laut (merantau ke Gayo/Alas – Aceh)

Parmasan Tampak dari Arah Danau

Guru Tatea Bulan memiliki 10 anak (5 laki-laki & 5 perempuan) yaitu:
1. Raja Uti, Raja Gumelenggeleng, Raja Biak-biak, Raja Hatorusan, Raja Nasora Mate, Raja Nasora Matua, Partompa Mubauba, Sipagantiganti Rupa.
2. Saribu Raja.
3. Siboru Pareme.
4. Siboru Biding Laut (Boru Anting Haomasan).
5. Limbong Mulana.
6. Siboru Anting Sabungan.
7. Siboru Haomasan (Bunga Haomasan).
8. Sagala Raja.
9. Malau Raja/Silau Raja.
10. Nantinjo Nabolon.

Partangian Bolon di Parmasan Si Jagar Rubi di Urat Palipi Samosir

Saribu Raja dan Siboru Pareme adalah anak kembar. Tanpa sepengetahuan yang lain mereka berdua selingkuh dan Siboru Pareme akhirnya berbadan dua. Akihirnya bocorlah rahasia ini dan mereka berdua dikenakan hukuman mati. Tapi secara diam-diam Malau Raja (anak no. 9) membantu mereka berdua untuk melarikan diri ke hutan.

Setelah lama tinggal dihutan, bertemulah Siboru Pareme dengan Babiat Sitempang dan mereka kawin dengan meminta persetujuan Saribu Raja. Saribu Raja menyetujui itu dengan beberapa persyaratan tentunya. Lalu lahirlah Si Raja Lontung dengan wajah uli dan badan berbulu seperti babiat/harimau.

Dari kecil sampai dewasa, Si Raja Lontung selalu lebih pandai dari ayahnya (Babiat Sitempang) bila diajari segala macam hal. Akhirnya, marahlah ayahnya karena ayahnya selalu kalah bila bertarung dengan dia. Maka muncullah niat ayahnya untuk membunuh Si Raja Lontung. Siboru Pareme pun membujuk suaminya untuk belajar lagi ke hutan untuk memperdalam ilmunya supaya bisa mengalahkan anaknya kelak. Diam-diam Siboru Pareme membawa anaknya jauh dari ayahnya agar bisa diselamatkan dari murka ayahnya.

Akhirnya mereka berdua meninggalkan hutan dan menuju ke tepi danau Toba untuk tinggal dan menetap disana (daerah sabulan). Setelah sekian lama tinggal disana, dibujuklah Si Raja Lontung ini untuk mencari pasangan hidup. Dia disuruh mencari paribannya untuk jadi istrinya di kampung tulangnya di Sianjur Mula-mula. Katanya: `Disana kau akan menemukan pancuran/mata air `Aek Si Pitu Dai’ dimana tempat boru ni tulangmu mandi-mandi’. Siboru Pareme memberikan beberapa petunjuk dan persyaratan ke pada anaknya Si Raja Lontung sebelum berangkat kesana. Dia memberikan cincin dan berkata kepada anaknya:’ Carilah yang mirip dengan wajahku, yang rambutnya sama denganku, dan gayanya mirip dengan gayaku. Temui dan tegurlah dan katakanlah pesan ibumu ini, lalu pasangkanlah cincin ini ke jarinya. Kalau cocok dijarinya, jangan dilepas cincin tersebut tetapi bawalah dia dan jangan mampir lagi ke kampung tulangmu.

Maka berangkatlah Si Raja Lontung menuju ke Aek Si Pitu Dai tempat dimana paribannya mandi-mandi. Tanpa sepengetahuan Si Raja Lontung, ibunya pun pergi ke Aek Si Pitu Dai dengan memakai jalan yang lain. Dengan waktu yang sudah diatur, sampailah ibunya terlebih dahulu ke Aek Si Pitu Dai tersebut dan mandi-mandi disitu. Terlihatlah oleh Si Raja Lontung ada perempuan sedang mandi-mandi disitu. Ditemui lah perempuan itu dan ditegurnya yang ternyata cocok dengan persyaratan yang diberikan ibunya. Lalu dipasangkanlah cincin yang dibawanya ke perempuan itu dan ternyata cocok juga. Lalu dibawalah perempuan itu untuk dijadikan istrinya tanpa mampir lagi ke kampung tulangnya. Jadi dibasa-basahon Tuhanta ma 9 ianakkoni Si Raja Lontung, mauliate ma di Tuhan i.

Anak-anak ni Si Raja Lontung (Lontung Si Sia Sada Ina):

1. OMPU TUAN SITUMORANG (Raja Pande/Lumban Pande, Raja Nahor/Lumban Nahor, Tuan Suhut ni Huta, Raja Ringo (Siringoringo Raja Dapotan, Siringoringo Pagarbosi, Siringoringo Siagian), Raja Rea/Sipangpang, Tuan Ongar/Rumapea, Sitohang (Uruk, Tonga-tonga, Toruan], Padang, Solin).

2. Toga Sinaga (Bonor, Ompu Ratus, Uruk), Simanjorang, Simaibang, Barutu (Dairi), Bangun (Karo), Parangin-angin (Karo).

3. Toga Pandiangan (Ompu Humirtap/Pandiangan, Si Raja Sonang (Gultom, Samosir, Pakpahan, dan Sitinjak), Harianja, dan Sidari).
Toga Samosir: Rumabolon, Rumasidari (Ompu Raja Minar, Ompu Raja Podu, dan Ompu Raja Horis/Harianja). Toga Gultom ada 4 bagian:
a. Gultom Huta Toruan: Guru Sinaingan.
b. Gultom Huta Pea: Somorong, Si Palang Namora, dan Si Punjung. Si Palang Namora: Tumonggopulo, Namoralontung, Namorasende (Ompu Jait Oloan) dan Raja Urung Pardosi/Datuk Tambun (Namora So Suharon, Baginda Raja, Saribu Raja Namora Soaloon, Babiat Gelamun), Pati Sabungan].
c. Gultom Huta Bagot.
d. Gultom Huta Balian.

4. Toga Nainggolan:
a. Toga Sibatu (Sibatuara, Parhusip)
b. Toga Sihombar (Rumana hombar, Lbn. Nahor, Lbn. Tungkup, Lbn. Raja, Lbn. Siantar, Hutabalian, Pusuk, Buaton, Nahulae)

5. Toga Simatupang (Togatorop, Sianturi, Siburian).

6. Toga Aritonang (Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare).

7. Toga Siregar (Silo, Dongoran, Silali/Ritonga/Sormin, Siagian)
8. Siboru Amak Pandan, muli tu Toga Sihombing.
9. Siboru Panggabean, muli tu Toga Simamora.

AKAN KU SEBUT LONTUNG SI SIA SADA INA PASIA BORUNA SIBORU ANAK PANDAN DAN SIBORU PANGGABEAN

Harta yang diberikan dari Parmasan Si Jagar Rubi, Urat Palipi Samosir

 

Mungkin Anda Menyukai

6 tanggapan untuk “Raja Lontung Marsada. Banua Raja Sabulan -Hari Ara Maranak- Parmasan Si Jagar Rubi Urat

  1. W na poso sian desa sabulan naeng mangido pangurupion tu hita pomparan ni si RAJA LONTUNG ,manang na idia pe maringanan di tikkion
    Na hu pangidohon ‘boha do baenonta asa boi mulak patung ni oppung ta i na adong di BANUA RAJA ?
    Mauliate
    Molo adong hata na hurang denggan rap padenggantonma hita .

  2. Terjadilah peristiwa mirip Esau Yakub pada hubungan Sinaga Situmorang.
    Jadilah Situmorang siangkangan dan Sinaga paidua… jadi melalui perjanjian.

  3. Komplen jo. Satabi bapa. Tolong jo di edit. Ditamba marga sebayang , selian , solin , keuleut, pinem , pinim Pinopar sian Anakni pandiangan guru sarang banua.

  4. Ada sedikit yang janggal pada cerita diatas pertama tuan saribu raja meninggalkan siboru pareme yang sedang hamil tua kedaerah Barus,kemudian siboru pareme pergi kehutan.disana dia berjumpa dengan harimau babiat sitelpang yang meminta tolong kepada siboru pareme untuk mengambil tulang yang tersangkut di kerongkongannya,dengan penuh rasa takut siboru pareme akhirnya menolong sibabiat sitelpang,akhirnya babiat sitelpang lah yang mengawani siboru pareme hingga melahirkan. sampai siraja lontung tumbuh dewasa.kemudian seiring bertambah dewasa siraja lontung pun punya hasrat untuk menikah,dan menanyakan kepada siboru pareme akan keberadaan pariban pariban nya(Boru tulangnya),karena teringat peristiwa pengusiran dan hukum adat yang menimpa siboru pareme serta tuan saribu raja tempo dulu maka siboru pareme merasa was was jika anaknya(silontung)akan mendapat hukum adat dari tulang tulangnya (yaitu Limbong mulanya,dan Sagala raja) karena perbuatan mereka akhirnya siboru pareme memutuskan dirinyalah yang akan menjadi pasangan hidup/istri dari siraja lontung. Maka berkatalah siboru pareme kepada silontung bahwa kalau ada salah satu Boru tulangnya yang selalu datang kehutan ini untuk mandi dan mencuci dipancuran yang biasa mamak lakukan,pergilah kesana dan jumpai dia serahkan cincin ini kepadanya,jika cincin ini pas dijarinya maka dialah paribanmu dan bawalah pulang.sepeninggalnya silontung kepancuran yang ditunjukan mamaknya(siboru pareme) maka bergegaslah siboru pareme mengambil jalan pintas untuk sampai dipancuran terlebih dahulu dari silontung,karena selama ini tak ada seorang perempuan manapun yang datang untuk mandi dihutan itu kecuali Boru pareme.singkat cerita sampailah silontung dipemandian itu dan dilihatnya ada seorang perempuan sedang mandi,kemudian silontung menjumpainya dan berkata”wahai Boruni tulang,wajahmu begitu cantik dan mirip dengan wajah mamaku,betulkah engkau Boru tulangku dari desa urat?,perempuan itu pun menjawab “betul aku adalah Boru tulangmu.”kalau engkau betul betul Boru tulangku coba kau pakai cincin ini di jari tanganmu..!.”kemudian siBoru pareme pun yang saat itu berpura pura mengaku Boru tulangnya mengulurkan tangannya kepada silontung dan siraja lontung pun memasangkan cincin tsb.kejari siboru pareme.sudah pasti pas dijarinya karena sebenarnya cincin itu adalah miliknya sendiri.dan akhirnya hidup bersama dan kawinlah mereka.(untuk kedua kalinya siboru pareme melakukan hubungan inches, pertama dengan ibotonya saribu raja kemudian yang kedua dengan anak kandungnya sendiri siraja lontung anak dari tuan saribu raja).kemudian beranak pinaklah mereka yaitu:sinaga,Situmorang,Pandiangan,Nainggolan,Simatupang,Aritonang, Siregar dan dua borunya siboru anak pandan dan siboru panggabean.setelah dewasa Situmorang menikah duluan dari pada sinaga yaitu dengan Boru Limbong, kemudian adik dari siboru Limbong sering datang berkunjung kerumah kalanya dan lama kelamaan sinaga pun jatuh cinta kepada nya dan menikahlah Sinaga dengan adik dari siboru Limbong tadi yang sebenarnya adik ipar situmorang.maka terjadilah kesulitan panggilan antara Sinaga dan situmorang.siapa yang harus dipanggil Abang dan siapa adik.maka diputuskanlah sebagai berikut Sinaga adalah hahani partubu (Abang karena duluan lahir) dan Situmorang sebagai hahani parajaon(Abang karena perkawinan/istrinya Situmorang adalah kakak dari istrinya Sinaga).demikian sedikit ralat dari cerita diatas,mohon maaf atas segala sesuatunya jika kurang berkenan dihati.horas dihita saluhutna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.