Supir Bus Angkutan Umum Kecewa, Kadishub Bireuen Tak Masuk Kantor

Sotarduganews, Bireuen — Sejumlah supir bersamsa para pembantu supir atau kenet bus penumpang angkutan umum,yang bergabung dalam Organda Kabupaten Bireuen, Senin Siang (09/03/20) ke Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen,untuk menjumpai Kepada Dinas Ismunandar, ternyata tidak masuk kerja.

Para supir bersama kenet didampingi Pengurus Organda Kabupaten Bireuen Effendi, dalam penyelesaiannya kepada media ini, menyebutkan bahwasanya para supir ini membawa armada mareka sekitar sembilan unit,untuk berjumpa dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen.

Mareka hanya diterima oleh Sekretaris Dinas Perhubungan M Ali dan Pengurus Kemotoran Bus Sekolah Zulnizal, di pelataran Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen, menurut Effendi didampingi sejumlah supir dan pembantu supir, mengatakan bahwa sudah cukup lama,supir bus sekolah milik Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Dishub setempat.

Sering beroperasi diluar angkutan siswa sekolah, bawa rombongan antar daerah baro dan linto baro, baik ke luar Kabupaten maupun dalam wilayah Kabupaten Bireuen, jadi omzet mareka yang beroperasi setiap hari melayani trayek Bireuen Sigli Banda Aceh, Lhokseumae, lhoksekon dan Takengon, mengalaminya kekurangan penumpangnya.

Dan hal ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen waktu Mulyadi pada (25/02/20) juga membawa Armada Bus Penumpangnya sekitar 12 unit, untuk unjuk rasa, ternyata tidak ada tidak lanjut, masih juga beroperasi bus sekolah ambil sewa dijalan bukan anak sekolah.

Bahkan rombongan dara baro dan linto baro pun, diambil sewa dengan bus armada sekolah, sehingga kami tidak dapat sewa lagi, sudah dilalap oleh bus sekolah padahal fungsinya hanya antar jemput anak sekolah, tidak boleh mengambil penumpang umum dan rombongan tersebut, ujar Effendi.

Yang paling parah lagi, bila bus sekolah dibawa pulang kerumah supir,bila ada rombongan pada malam hari, bagi warga masyarakat untuk suatu acara, bus sekolah langsung membawa sewa, padahal itu jatah kami, bisa dihubungi secara pribadi maupun Organda, inilah yang perlu kita tindak lanjuti kepada Kepala Dinas Perhubungan Bireuen, agar hal dapat dihentikan agar kami dapat penumpang.

Bahkan semua bus sekolah uang digunakan antar jemput mulai dari Samalanga sampai Gandapura, harus simpan atau parkir di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen, pada malam hari besoknya diambil kembali, bila tidak bus sekolah dibawa supir untuk antara rombongan pada malam hari, bila hal ini tidak dipatuhi mareka akan unjuk rasa ke Kantor Pusst Pemerintahan Kabupaten jumpai Ptl Bupati Bireuen dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen yang akan datang tambah Effendi, penuh semangat bersama awak bus.

Sekretaris Dinas Perhubungan M Ali bersama Pengurus Bus Sekolah  Zulnizal, yang dihubungi saat unjuk rasa supir bus itu, mengatakan bapak Kadishub Ismunandar, hari ini tidak masuk kemarin dia masuk, jadi, para supir dan pembantu supir bus Angkutan Umum bersama organda, diterima pihaknya.

Tidak bisa ambil keputusan, yang jelas harus ketemu beliau, ujar kepada awak bus tersebut,mareka cukup kecewa, menurut Zulnizal, jumlah bus sekolah sekitar 20 unit beroperasi setiap hari antar jemput siswa sekolah diberbagai Kecamatan, memang sudah diingatkan kepada para supir bus sekolah tidak mengambil penumpang umum dan rombongan, di akui bus sekolah masih disimpan pada rumah supir dan sekarang ini banyak permintaan dari Geusyeik minta bus sekolah pinjam bawa penumpang, berbagai kegiatan tidak dilayani lagi, tambah Zulnizal.

Penulis : Rizal Jibro

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.