Siswa SMPN 1 Kuala Bireuen, Rutin Shalat Dhuha

Sotarduganews, Bireuen — Sekitar 170 orang siswa Kelas I, II dan III, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kuala Kabupaten Bireuen setiap hari di ruangan belajar dilakukan shalat Dhuha pada pukul 09:00 sampai  09:45 wib.

Yang dibimbing guru mata pelajaran saat kegiatan proses belajar atau guru agama Islam, setiap hari secara bergantian menurut Kepala SMPN 1 Kuala Bireuen, Yuslia, dalam penjelasan kepada media ini, Jum’at (17/07) bahwa untuk mendidik siswa selain .

Berilmu Pengetahuan dan berakhlak mulia, baik dengan dewan guru dan wali siswa dua orang tuanya, siswa laki laki dan perempuan, setiap satu kelas terapkan disiplin dengan cara shalat Dhuha secara  sendiri diri paling sedikit dua rakaat sesuai keinginan siswa itu sampai beberapa rakaat.

Setelah itu istirahat dan belajar kembali, memang selama terjadi kasus pandemi virus corona atau Covid-19 ini, sekolah baru Senin (13/07) proses belajar mengajar, dibagi ship dari 170 siswa nya, dibagi dua  berarti sekitar 85 orang siswa dengan mempedomani tata cara Protokoler Kesehatan Covid-19.

Siswa Mulai pergi pulang dari rumah harus pakai masker diberikan secara gratis sampai pintu gerbang sekolah, diperiksa suhu tubuh oleh dewan guru, setiap hari secara bergiliran, masuk ke kompleks, sebut Yuslia, siswa yang harus cuci tangan dengan tersedia sekitar dua puluh unit kran air bersih.

Juga tabung alat,pencucian tangan satu buah, sampai  siswa pakai sabun antiseptik, belajar dengan tenang di ruangan kelas,udara bersih dan spoi spoi angin laut Selat Malaka dan juga letak geografis sekolah itu, dipinggiran lahan puluhan hektar,tambak milik penduduk Gampong Lancok Lancok.

Shalat Dhuha, ditarapkan kepada siswa sudah sejak lama, tidak sekolah pada masa Covid-19 dan liburan puasa sampai masuk liburan kenaikan ajaran baru, Tahun 2020 sampai 2021 ini, siswa di anjurkan shalat Dhuha di rumah masing-masing.

Sudah berapa hari ini, sekolah dibuka, siswa siswi nya tetap melakukan shalat Dhuha, dan shalat wajib Zuhur pada satu unit Musalla, selama waktu proses kasus ditengah pandemi virus corona atau Covid-19 ini, belajar hanya disingkat dari tatap muka duduk jaga jarak sekitar 1,5 meter.

Digunakan waktu setiap proses belajar mengajar selama 25 menit sebelumnya 45  menit, sehingga shalat zhuhur berjamaah  tidak ditiadakan, sebab ujar Yuslia, yang telah banyak lalangbuana sejumlah kepala sekolah baik di Kecamatan Samalanga, Pandrah sampai di Kecamatan Kuala, cukup rimbun dan tenang bebas bising pada sekolah tersebut.

Waktu pulang sekitar pukul 12:05. wib, sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen sedang shalat Zuhur sekitar pukul 12:45 wib, sebelum libur kasus pandemi, siswa harus shalat Zuhur dulu bersama guru pembimbing baru kami pulang bersama, ungkap Yuslia, penuh semangat.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.