Sidang Perdata No.67/Pdt/2020/PN Depok Penggugat ”Gagap”?

Sotarduganews, Depok — Sidang ke 7 perkara No.67/Pdt/2020 /PN Depok oleh Ketua Majelis Hakim Iqbal Hutabarat, dan dua Hakim Anggota lainnya, yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu, 12/08/2020 ditunda dua minggu kedepan, pasalnya data pihak penggugat (PKS) dipandang banyak yang belum lengkap antara lain P.9 – P 16. Dan NPWP Perusahaan tidak dapat di buktikan?, Karnanya Majelis Hakim menunda sidang nya, Senin 24/8/2020 mendatang, sedang saya tunda dua minggu kedepan dan saya minta penggugat melengkapinya bila tidak bisa akan saya tinggalkan karna sebelumnya sudah saya kasih waktu dua minggu jelas Ketua Majelis Hakim yang langsung ketuk palu sidang di tunda .

Terkait di tundanya sedang tersebut, H.Noorillahi selaku Dirut PT. PKS tidak membantah, sebetul nya P.9 – P.16 dan NPWP yang di minta oleh Ketua Majelis Hakim ternyata ada semua saya bawa namun ternyata terselip semua diantara data – data yang ada kata Noorillahi sambil menunjukkan data yang di maksud,karnanya kata Noor , semua data akan saya rapihkan satu persatu agar sedang nya nanti berjalan lancar, saya bleng dan gagap saat berhadapan di muka Hakim karna saya sendirian.

 gugatan PT. Pagar Kandang Sakti (PKS) tergugat 1.PT. RMA tergugat 2. Notaris ,BPN Kota Depok Jabar turut tergugat ,yang digelar Rabu, 12 Agustus 2020 dengan agenda pemeriksaan bukti data dari penggugat yang diwakili oleh H. Noorillahi ditunda lantaran Majelis Hakim yang diketuai oleh Iqbal Hutabara menilai Penggugat tidak siap.

Dalam sidang tersebut Penggugat Noorillahi terlihat gugup karna dicecar Majelis Hakim karna ketidaksiapannya, dari seluruh daftar isi bukti yang diajukan Penggugat ada 7 item yang tidak ditemukan oleh Majelis Hakim dalam lampiran yang diajukan ke muka persidangan.

Dari hasil pantauan wartawan media ini, Ketua Majelis Hakim Iqbal Hutabarat terlihat kecewa terhadap penggugat yang sangat tidak siap dengan dalilnya pada sidang sebelumnya, Ketua Majelis Hakim terlihat marah, karna sebenarnya Penggugat sudah dikasi waktu 2 (dua) minggu guna menyiapkan semua bukti data yang dia miliki, namun pada kenyataanya, data yang dimajukan Penggugat sangatlah berantakan, terkesan tercampur-campur.

Donny Kertapaty, SH, saat diwawancara

Dony Kertapati, SH Penasehat Hukum PT. RMA (tergugat) 1 (satu) seusai sidang tersebut kepada media ini mengatakan, di lokasi tersebut ada,  yakni 64 Penggarap, berarti ada 64 perbuatan hukum, harusnya sendiri-sendiri, P-1 sampai P-64, tapi ini tadi digabung,  harusnya terpisah, karna itu namanya beda-beda, urai Donny.

 

Ketika ditanya lebih jauh terkait ketidaksiapan Pengugat, Donny mengatakan, saya pikir karna penggugat bukan Praktisi Hukum, karna bukan Praktisi, maka hukum acaranya juga berantakan, dalam artian penyusunan bukti-bukti itu berantakan. terangnya, lebih jauh dia mengatakan, di sidang tadi, ada perbedaaan antara daftar bukti dengan judul dokumennya, ada yang tidak ada dokumennya, ada yang kelebihan dokumennya, lanjut Donny, yang namanya bukti itu harus ada dokumennya, tandas Donny Kertapati.

Dikatakan Donny, pembanding itu, bisa asli bisa copy, pembanding yang copy ini yang berantakan, urutannya tidak sesuai, jelasnya, dikatakannya, mestinya Lowyer to Lowyer lah, bukan dengan yang bukan praktisi hukum, kalau kita bicara materi buktinya, kurang menguntungkan bagi Penggugat. Pungkas Donny.

Penulis : Tim

Editor    : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.