Sepuluh Pasangan Digaruk Satpol PP Kota Depok di Apartment Mares 4, Dua Diantaranya “Sesama Jenis”

Sotarduganews, Depok — Guna menjamin kenyamanan serta keamanan warganya, Satpol PP kota Depok Juma’t 31 Januari 2020 gencar melakukan razia di Apartment di wilayah Depok.

Gia razia penertiban terhadap PSK dan LGBT kali ini dipimpin langsung oleh Kasatpol PP kota Depok Lienda Ratna Nurdyanni, serta dibantu oleh Kodim 0508, beberapa Aparat Polrestro Depok.

Tidak hanya kali ini saja,  namun Pol PP kota Depok juga beberapa hari sebelumnya merazia Apartemen Saladin, dalam razia di apartemen Saladin tersebut Pol PP berhasil menjaring beberapa pasangan diluar nikah yang kedapatan berdua di dalam kamar.

Razia ini rutin dilakukan oleh Pol PP kota Depok berdasarkan beberapa kejadian seperti penangkapan teroris, dan sedang maraknya kegiatan LGBT. Khusus LGBT,  Wali kota Depok Mohhmmad Idris Abdul Somad memberi perhatian khusus dan ada wacana akan melakukan penertiban khusus terhadap LGBT,  namun hal ini menuai berbagai pro dan kontra dari masyarakat, tidak hanya masyarakat, namun Komnas HAM juga turut bereaksi, dan bahkan Komnas HAM diketahui sempat mengirim surat  keberatannya terhadap Wali Kota Depok.

Dalam Razia di apartment Margonda Residence 4 (empat) tersebut, Tim Terpadu berhasil mengamankan 20 penghuni apartmen, dari ke-20 orang terjaring razia tersebut, Tim Terpadu mengamankan seorang gadis mudah yang baru berusia 15 tahun dengan seorang laki-laki yang sudahh lanjut usia.

Diketahui gadis ABG yang masih berusia 15 tahun ini diperkejakan oleh laki-laki yang bersamanya di unit apartment saat Pol PP melakukan razia sebagai broker dan dibayar sebesarRp. 70ribu per hari, informasi ini didapatkan oleh media ini sesuai dengan pengakuan ABG tersebut.

Mayoritas orang yang terjaring pada razia yang dikomandani Satpol PP kota Depok tersebut, rata-rata pasangan di luar nikah, diantaranya terdapat 2 (dua) wanita yang sudah bersuami dalam satu unit apartemen, keduanya diketahui warga Mampang kecamatan Pancoranmas kota Depok dan sudah bersuami, menurut pengakuan dari M, kepada media ini bahwa dirinya memang sudah 10 hari menginap di apartmen tersebut, karna sedang rebut dengan suaminya.

“Razia kami laksanankan dari hari jumat tanggal 31 Januari 2020 mulai  22:00 sampai dengan hari Sabtu dinihari 1 jan 2020  01.30 wib dan berhasil mengamankan 20 orang diantaranya ditemukan dalam kamar 12 orang diantaranya 6 laki-laki dan 6 perempuan (6 pasang) 3 laki-laki dan 4 perempuan dalam kamar terpisah di duga yang sedang menunggu tamu dan penyedia jasa sewa kamar,” ujar Lienda.

Dirinya menambahkan, Ada anak permpuan 16 tahun yang turut kami amankan dalam razia malam ini untuk pendataan selesai kami proses pukul 03:00 wib di kantor Satpol PP.

“Razia ini guna melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap potensi perbuatan asusila, tujuannya sendiri untuk melakukan pencegahan terhadap tindakan-tindakan asusila yang sudah meresahkan masyarakat. Untuk penangananya yang lain pembinaan di data jika kembali terjadi akan ditindak, terkait anak dibawah umur nanti DPAPMK akan melakukan pembinaan dan dikembalikan kepada keluarganya juga”. tutupnya.

Kabid Tranmastibum & Pamwal Tolak Lakukan Konfrensi Pers

Namun sayangnya, setelah dilakukan test urine tidak diketahui hasilnya saperti apa, pasalnya setelah diberikan pengarahan oleh Sekertaris Pol PP, semuanya diperbolehkan pulang, tim media ini yang mengikuti dari awal dalam razia ini, ketikan meminta Kasatpol PP Lienda Nurdyanni, beliau menugaskan Kabid Tranmastibum dan Pamwal Satpol PP Muhammad Fahm, ST., M.Si untuk menggelar Confrensi Pers, Fahmi tidak bersedia dan memilih masuk ke dalam ruang kerjanya dan langsung mengunci pintu ruangannya.

Penulis : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.