Ratusan Mahasiswa Unipas Morotai Kepung Kantor DPRD

Sotarduganews, Morotai — Aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law (Cipta Kerja) oleh Ratusan Mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Maluku Utara berakhir ricuh. Sejumlah Mahasiswa di tahan Polisi. Selasa (13/10/2020).

Aksi unjuk rasa bermula di depan Kantor DPRD Morotai, massa aksi meminta Pimpinan DPRD Morotai menyampaikan sikap atau rekomendasi terhadap penolakan UU Omnibus Law yang telah disahkan pada tanggal 5 Oktober lalu oleh DPR RI.

“Kalau DPRD tidak mengambil sikap maka jangan salahkan kami, jika kami bertindak anarkis”teriak salah satu massa aksi

Situasi makin memanas, massa aksi mulai membakar ban mobil di depan Kantor DPRD, setelah itu massa aksi mulai merusaki fasilitas berupa Pagar dan Pintu Gerbang Kantor DPRD Morotai.

Seketika itu sekitar Pukul 12.50 WIT. kondisi sudah tak bisa di kendalikan, kericuhanpun terjadi, massa aksi melempari Gedung DPRD dengan batu, namun tak lama kemudian pihak keamanan Polres Morotai berhasil menghalau massa aksi dengan tembakan gas air mata dari depan Kantor DPRD Morota.

Ternyata kericuhan itu tidak berakhir di situ saja, pada Pukul 13.30 WIT, tepatnya di Desa Darame Jalan Menuju ke Tugu Pancasila, depan Apotek Kimia Farma, pihak keamanan mulai mendapat perlawanan dari lemparan batu oleh massa aksi.

Amatan media ini, selasa (13/10) di depan Apotek Kimia Farma, Polisi berhasil merangkul sejumlah mahasiswa kemudian di bawa ke Polres Pulau Morotai, ditemukan juga 1 buah bom buatan dari Botol Bear yang belum diledakan.

Kericuhan kembali berlanjut di depan Taman Kota Daruba, Desa Darpan. Para Intel kembali mendapat perlawanan dari massa aksi sehingga terjadilah saling baku lempar antara Intel dan massa aksi.

Tak menunggu lama, pihak keamanan kemudian mendatangi massa aksi dari arah depan Mesjid Desa Gotalamo menujuh ke tikungan Desa Darpan dan melepas tembakan gas air mata.

Tembakan gas air mata tersebut membuat sejumlah warga desa setampat naik pitam, pasalnya merambak pada keluarga yang sedang berduka. Namun insiden adu mulut antara warga dan pihak keamanan berhasil diredam kembali oleh Kapolres Morotai.

Kapolres Morotai melalui Kabag Ops AKP Samsul. B saat ditemui wartawan pada ruang kerja, mengatakan bahwa berdasarkan arahan Kapolres Morotai, dalam penanganan aksi unjuk rasa harus mengedepankan penanganan persuasif dan tidak bisa arogansi.

“Sehingga, saat mereka (aksi massa) memancing kemarahan kami, merusak fasilitas pagar kantor DPRD dan melakukan perlawanan pada pihak keamanan kami hanya memberikan himbauan dan untuk meredam supaya kericuhan tidak melebar kami lakukan tambakan gas air mata”ujar Kabag Ops

Terkait beberapa mahasiswa yang diamankan pihak Polres Morotai, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah mahasiswa yang ditahan, namun atas informasi dari Kasat Intel ada beberapa mahasiswa sudah di tahan.

“Saya baru masuk dua menit, rekan-rekan wartawan sudah masuk, tapi menurut informasi dari Intel ada beberapa yang sudah di tahan, selanjutnya nanti kami mendalami kembali sejauh mana keterlibatan mereka, kalau mereka tidak terlibat yang jelas langsung kita pulangkan”Ucapnya

Untuk ditemukannya sebuah bom meletus, yang jelas semua tindakan anarkis dari massa aksi akan kita usut, karena kalau kita biar tindakan anarkis menjadi sebuah tontonan maka hal itu menjadi tindakan hukum, namun tetap kami membuat perlindungan bagaimana mengedepankan hubungan persuasif dengan masyarakat.

Sementara untuk, untuk insiden dengan warga Desa Darpan, tadi Pihak Polres bersama Pihak Keluarga dan Toko Masyarakat sudah menyelesaikan persoalan tersebut jadi semuanya sudah Clear.

Pihaknya menghimbau, kita itu sebenarnya tidak bermusuhan dengan mahasiswa, saya berharap mahasiswa bisa memahami porsi kita sebagai petugas, kami juga memahami situasi sekarang untuk itu mari kita berkolaborasi menciptakan Kamtibmas yang kundusif di Pulau Morotai.

Penulis : oje

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.