Pulau Moyo AICON Destinasi Wisata Sumbawa Kini Terabaikan

Sotarduganews, Sumbawa NTB — Pulau Moyo AICON Destinasi Wisata Sumbawa dengan Air Terjun Mata Jitu memiliki sejuta pesona. Aman Wana Hotel yang siap menampung para pencinta alam yang ingin nginap pun tak pernah sepih peminat. Dikelilingi hutan yang masih perawan dengan sejumlah habitat menjangan, dilengkapi pula dengan terumbu karang takat berang yang memiliki beberapa jenis spesies ikan hias menjadi daya tarik yang luar biasa.

ket. gamba: Obyek Wisata Pulau Moyo Sumbawa NTB

Keindahan Pulau Moyo yang menyimpan potensi Alam yang sangat kaya, sesungguhnya sudah terkenal sampai ke mancanegara bahkan mendunia. Namun kini tinggal cerita. Pasalnya mulai dari abrasi pantai seluas lebih kurang 2 ha, perlahan – lahan tergerus lidah ombak sampai ke Infrastruktur akses jalan menuju ke Air Mata Jitu. Akibatnya sepanjang 5 km lokasi berubah menjadi jalan setapak berlubang dan dipenuhi batu lepas berhamburan.

Demikian dikisahkan Kepala Desa Labuhan Aji, Sopyan ketika ditemui Sotarduganews di kantornya, Selasa 23 Juni 2020. Sopyan merasa kesal dengan sejumlah janji Pemerintah Daerah akan pembangunan fisik yang sampai hari ini tidak kunjung tiba, alias janji tinggal janji.

ket. gamb: Air Terjun Mata Jitu

Sopyan menuturkan bahwa sejumlah tokoh dunia seperti Lady Day, pejabat beberapa negara, termasuk 9 Negara Perwakilan Negara Sahabat pernah menikmati sejuknya Air Mata Jitu. Namun semuanya itu hanya tinggal cerita. ‘’Sangat disayangkan karena sejumlah tokoh dunia seperti Ledy Day, pejabat beberapa negara, termasuk 9 Negara Perwakilan Negara Sahabat pernah menikmati sejuknya Air Mata Jitu. Namun semuanya itu hanya tinggal cerita’’, kenang kepdes Sopyan dengan wajah sendu.

Ditambahkan Sopyan, keaneka ragaman habitat biota laut termasuk terumbu karang, kini masih terpelihara dan terawat dengan baik oleh masyarakat Labuhan Aji. Karenanya mereka butuh perhatian Pemerintah Daerah untuk pengembangan dan pemeliharaan. Karena hanya dengan dukungan pemda, obyek wisata Pulau Moyo pasti mendongkrak pertumbuhan ekoomi masyarakat yang cukup signifikan.

‘’Kami butuh perhatian yang serius Pemeritah Daerah. Kami yakin jika Destinasi Wisata Pulau Moyo diprioritaskan, nilai pendapatan pajak dan non pajak akan menambah pertumbuhan ekonomi yang signifikan’’, ujar Sopyan.

Sopyan mengakui bahwa Pemerintah telah mendatangkan kapal cepat untuk mendukung kelancaran transportasi di obyek wisata itu. Namun menjadi aneh karena tanpa menyediakan perlengkapan dermaga yang sesuai kondisi kapal. ‘’Kami akui pemerintah mendatangkan kapal cepat, sebgai sarana transportasi laut. Anehnya sarana darmaga tidak dilengkapi pembangunan yang memadai sesuai dengan peruntukanya’’, ungkap Sopyan.

Sopyan juga keluhkan tentang sarana komunikasi poncel seperti telkomsel yang signalnya timbul tenggelam. Sementara di Daerah Obyek Wisata seperti itu sangat diperlukan WiFi sebagai sarana penunjang Wisata. Karena itu pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah lebih serius memberi perhatian terhadap obyek wisata itu.

Sopyan juga merasa kesal dengan pelayanan PLN yang masih sangat kurang. Padahal menurutnya kebutuhan listrik sangat dominan untuk Desa Mandiri Wisata. Sementara mereka menikmati listrik yang sangat terbatas. ‘’Listrik nyala mulai dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi sementara kebutuhan pelayanan masyarakat di kantor desa sangat dibutuhkan di siang hari. Perangkat yang kami gunakan yaitu perangkat elektronik misalnya leptop dan alat penunjang lainnya’’, tutur Sopyan menutup keluh kesahnya.

Penulis : Junaedy Messa
Editor : bernad

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.