Petani Garam Dapur Bireuen Butuh Bantuan Modal Usaha

Sotarduganews, Bireuen — Sejumlah Gampong (Desa) di kawasan Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen terutama Jangka Alue Bie dan Tanoh Anoe adalah kawasan penghasil garam dapur terbesar di Aceh.

Tgk Rusli bersama Iriana,petani garam  sebuah gubuk dipinggiran jalan gampoeng Jangka – Tanoh Anoe Cot Ijue, ditemui sejumlah wartawan media cetak dan online, Jum’at (17/01/20).

Menjelaskan, mayoritas warga di kawasan gampongnya itu berprofesi petani garam membutuhkan modal untuk kelangsungan usaha tradisional  masak garam dapur yang cukup terkenal di Provinsi Aceh dan nusantara.

Cara pemasaran menurut Tgk Rusli, diambil oleh agen ke tempatnya lalu, mereka menjual ke toke yang di pasarkan ke seluruh Aceh dan bukan hanya di Kabupaten Bireuen.

Prosesi memproduksi garam dapur di Gampong Tanoh Anoe dan Jangka Alue Bie, dibangun gubuk 5 x 7 meter,kini kondisi sudah lapuk atap rumbia,dan dibuat plat besi tungku untuk  memasak bibit garam, ukuran 3 x 4 meter.

Memasak air garam dengan memakai kayu bakar dengan prosesnya sekitar enam jam,satu dapur dapat menghasilkan sekitar lima puluh kilogram garam.

Dari hasil itu,memperoleh penghasilan Rp. 200 ribu, bahkan lebih /hari, karena penjualan garam Rp. 4000/hari,untuk biaya hidup dan sekolah anak-anak mulai jenjang pendidikan dasar bahkan sampai perguruan tinggi.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen atau Provinsi Aceh, Iriana menyebut belum ada baik itu bantuan modal usaha maupun pelatihan dan pembinaan untuk petani garam.

Memberdayakan ekonomi, dalam upaya kesejahteraan mereka, terus memproduksi garam dapur sudah ditekuninya selama puluhan tahun, bantuan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Aceh dan   juga Pemerintah Kabupaten Bireuen,sangat diharapkan, ujar Tgk Rusli bersama sejumlah pengrajin garam lainnya.

Penulis : Rizal Jibro

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.