Pesantren Alwashliyah Tanjungbalai Pencak Silat Diriset Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Medan

Sotarduganews, Tanjungbalai — Pencak silat pesantren Alwashliyah Tanjungbalai Dibawah pimpinan Buya Gustami diriset Mahasiswa Pasca Sarjana UIN medan sebagai bahan disertai pencapaian gelar Doktor, adapun judul desertasi Suyono mahasiswa Pasca Sarjana itu prinsip conseling islam.

Dalam mental treining olah raga pencak silat di pesantren Alwashliyah Tanjungbalai Suyono tertarik dengan pencak silat di pesantren Alwashiyah tanjungbalai karena banyak mendengar kabar bahwa perguruan ini sering tampil ditengah masyarakat sebagai eaven pegelaran budaya, baik pesta, menyambut tamu yang datang hal ini dikatakan pimpinan pondok pesantren Al Washliyah kota Tanjungbalai saat diwawancarai wartwan diruang kerjanya pada hari Jumat (24/07/2020).

Dikatakannya bapak Suyono di dampingi promotor Doktor nya yaitu, Prof. DR., H. Syaiful Akhyar Lubis, MA dan DR. Rahman YZ dari UIN medan kami menyambut baik,penelitian ini dan menyampaikan silat bukan sekadar olah raga tapi ini adalah seni bela diri islam bangsa melayu, sambil menyematkan pakain khas kebesaran melayu kain songket dan tengkulok kepada Suyono, pertanda pesantren tersebut menjaga adat dan budaya melayu.

Pesantren berilmu, ber, amal berdat dan berbudaya, kata Dr Rahman anak santri pemain pencak silat mencoba menampilkan silat dihadapan Suyono dengan bergantian dan beberapa jurus silat andalan mereka,” pungkasnya.

Pantauan wartawa pak suyono senang dan terkesan,, dengan anak yang mahir bermain pedang, toyak dan golok.

Penulis : gani

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.