Penyaluran Bantuan Sembako di Desa Purba Dolok Diduga Keluar Dari Ketentuan

Sotarduganews, Tapanuli Utara —Penyaluran bantuan sembako atau pengganti bantuan pangan non tunai ( BPNT ) di Desa Purba Dolok kecamatan parmonangan, diduga tidak sesuai ketentuan, bahkan penyeluran sembako itu tidak semua di berikan dan tidak mengikuti pedoman umum ( pedum ) dari hasil kesepakatan sosialisasi bantuan sembako tingkat Kabupaten, Minggu 19/4-2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sotarduganews.com kepada masyarakat yang mendapat Sembako, yang dilakukan agen mandiri link selaku suplayer pada priode saat ini menyalurkan beras sebanyak 16 kilogram/ 2 karung, dan telur 90 butir/ 3 papan, dan minyak goreng 2 kilogram, dan mie instan intermie 15 bks, dan tomat 6 buah, dan Garam 1 pak, dan sabun batang 1pak. yang akan di salurkan kepada masyarakat

Marisi marbun merasa kurang puas tentang Sembako yang disalurkan suplayer agen mandiri link, tidak semua di salurkan oleh suplayer agen mandiri link Sembako masih ada sisa dua bulan lagi. alasan suplayer agen mandiri link mutan motor pick up penuh ujarnya kepada Masyarakat, padahal masyarakat saat sekarang ini tidak bisa kemana – mana dan harus diam dirumah saja disebabkan covid – 19

“Suplyer agen mandiri link 2 bulan utang, sama Masyarakat yang dapat sembako, dan sembako yang kami terima berjumlah Rp. 500.000, ( lima ratus ribu rupiah), yang saya bingungkan setiap kami Ambil Sembako , kami harus sitik jari, kenapa jaman sekarang harus pakai sitik jari “dan pernah juga pencairan Dana PKH, Pin pribadi kami serta Atm Di minta oleh suplayer agen mandiri link, tapi tidak kami kasih, ini bukan salah Suplayer agen di Desa, tapi ini Kesalahan Mandiri Pusat tanpa di surve “. ujarnya.

Ditambahkan marisi marbun di Desa Kami sudah ada agen bri link di Desa purba dolok, padahal di dusun sihaporas Desa Manalu purba sama sekali susah jaringan signal, ada apa orang bank mandiri Pusat membuka cabang agen link yang tidak ada jaringan signal?? Ini kan sudah salah mandiri pusat ” ujar Marisi.

“Kami mohon dengan Bapak Bupati Sudih kiranya membuat ketua PKH dan agen mandiri link Setiap Desa masing – masing. agar kami masyarakat miskin dan bodoh ini tidak tidak terlalu jauh mengambilnya Pak Bupati, ” pungkasnya.

dan banyak masyarak mempunyai kartu PKH tapi kena blokir tidak dapat sembako padahal masyarakat pencarian sehari – hari Manaket / menderes getah karet,yang setiap hari makan ikan asin, dan Rumah Kami pun mau Ambruk, kenapa Kartu Atm di blokir oleh ketua PKH kabupaten”. Ujar warga.

Apalagi sekarang Ada Covid – 19, Masyarakat tidak bebas cari Nafkah, Kenapa Masih tega Memblokir Rekening Atm PKH kami??? ” ujar Masyarakat.LCD.

Penulis : Gustap Marpaung

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.