Pasar Meugang Dadakan Menyambut Bulan Ramadhan, Ditiadakan Cegah Penyebaran Covid-19

Sotarduganews, Bireuen — Pasar Meugang Dadakan,yang biasa dilakukan warga masyarakat sebagai tradisi dalam menyambut bulan suci ramadhan 1414 Hijriah pada Tahun 2020 ini pihak Pemerintah Kabupaten Bireuen, melarang diadakan pada seluruh tempat di kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona, yang selama ini cukup mencekam bagi warga masyarakat setempat, bahkan berbagai cara dilakukan penanggulangan dan pencegahan, agar virus corona ini, untuk memutus rantai berjangkit wabah tersebut pada warganya.

Maka, Pasar dadakan tempat penjualan daging menyambut bulan suci ramadhan tidak ditiadakan, ujar Juru Bicara Gugus Covid-19 Bireuen Husaini,yang dihubungi Berita, Selasa Siang (21/04), agar warga masyarakat tidak melakukan kerumunan massa pada satu tempat.

Biasanya Pasar dadakan tempat penjualan daging berbagai jenis daging segar, dilakukan khusus di kota Bireuen dipusatkan dijalan Reks Depan Meunasah Kota Bireuen,dua hari berturut turut, dua hari sebelum tibanya bagi umat Islam tahun ini puasa jatuh hari Jumat (24/04).

Jadi, Pasar dadakan tempat jualan daging Meugang, direncanakan Rabu dan Kamis (22/23/04),ditiadakan ,bagi masyakarat  dapat membeli daging di Pasar Daging yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Hasil observasi Berita, Selasa Pagi (21/04) di Pasar Daging lokasi Gampong Geulanggang Tengah (Cureh), banyak warga juga berkerumun satu titik untuk, membeli daging sapi dihargai Rp 150.000/Kg, Kambing Rp 100.000/Kg sedangkan harga daging kerbau lebih murah Rp 140.000/Kg, sebut Muhammad Isa, salah seorang pedagang daging.

Yang lebih parah lagi, banyaknya kurumunan massal warga masyarakat, tidak pakai masker sama sekali untuk penyegahan Covid-19 ini, bebas lalulalang berdesak desakan, bukan saja pada Pasar Daging, Ikan dan Ayam juga Pasar Sayur.

Kenapa tidak dicegah oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen,setidaknya dihimbau kepada warga dan pedagang daging,untuk pakai masker, sebut Masri Yoga, warga Juli Tambo Tanjong Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen,yang dihubungi secara terpisah.

Kenapa kami selaku pedagang daging dadakan menyambut kemeriahan bulan ramadhan ini, sebagai tradisi leluhur kita, tidak bisa jualan pada satu tempat, yang biasa di Kota Bireuen di Lokasi Jalan Reks, itu berarti tidak adil dan menghambat perkembangan ekonomi bagi kami yang telah membeli beberapa ekor sapi, seharga puluhan juta rupiah per-ekor.

Untuk disembelih daging dijual kepada warga masyakarat, lebih semarak syiar Islam dalam menyambut bulan suci ramadhan ini, tambah Masri Yoga, kami disuruh jualan daging di Gampong masing masing, sudah pasti pembeli terbatas, tentu akan mengalami kerugian.

Pemerintah Kabupaten Bireuen,harus memikirkan hal ini, bahkan pada malam hari bagi warga masyarakat kumpul kumpul di Warung Kopi, setelah dicabutnya jam malam tanpa membatasi jarak, lebih dahsyat dan semarak ,setiap malam tanpa ada larangan. tegas Masri Yoga.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.