Panen Merosot dan Harga Anjlok, Petani Menjerit Sisakan Hutang Pada Renternir Bireuen

Sotarduganews, Bireuen — Panen raya merosot juga harga anjlok, kini petani Bireuen sisakan hutang pada reternir, sebut sejumlah petani, kepada media ini, Rabu sore (25/03/20).

Menanggapi harga gabah kering siap giling, yang dibeli pedagang musiman atau reternir cukup murah Rp 4500 sampai Rp 4700/Kg, petani mengalami kerugian dan sisakan hutang pada mareka.

Pihak Badan Logistik (Bulog) tidak pernah membantu membeli hasil panen petani, salah satu petani menjual gabah kering siap giling kepada pedagang musiman, seperti sekarang ini dimanfaatkan oleh reternir.

Petani menjual hasil panennya, untuk menutupi biaya operasional  dan biaya pemeliharaan selama turun kesawah musim rendengan Desember 2019 lalu, mulai ongkos pengolahan tanah, pemupukan sampai pembelian safrodi obat obatan, tambah Jahidin bersama Yani, petani di Kecamatan Juli.

Musim tanam rendengan ini semua hasil panen petani merosot tajam karena kekurangan air hujan kemarau, walaupun air dari irigasi Pante Lhong II, tersedia tetapi air hujan kurang,pertumbuhan tanaman padi kurang berkembang.

Sejak perawatan pupuk subsidi tidak lagi diterima petani, telah dicabut pemerintah dan biaya perawatan tinggi, hasil panen merosot ditambah harga anjlok, petani terpaksa harus menjual gabah harga murah pula, kepada reternir untuk menutup bisya tersebut.

Petani setiap panen mengalami hal ini, pihak Dolog Unit Lhokseumawe tidak mau membantu petani, ujar Zainuddin bersama Abdul Aziz, petani Kecamatan Jeumpa, yang dihubungi secara terpisah kepada media ini.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bireuen Irwan, coba dikonfirmasikan bersama Dinas Perdagangan setempat M Ali, untuk  menanyakan hal ini tidak berhasil karena hari libur nasional.

Penulis : Rizal Jibro

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.