Notaris A Budiarto dan Sulamsi di Depok Dipolisikan, Diduga Pemalsuan dan Penggelapan

Sulasmi dan Notaris A Budiarto Depok yang dipolisikan oleh Andar GACD, karena diduga terlibat perbuatan melawan hukum atas pemalsuan, penipuan, dan penggelapan.

sotarduganews.com – Ahmad Budiarto SH MKn seorang oknum notaris, bersama seorang wanita bernama Sulasmi, diduga kuat menggelapkan surat berharga sebidang tanah di daerah Kecamatan Sawangan Bedahan Depok dan melakukan pemalsuan tandatangan.

Akibat perbuatannya, Andar ‘GACD’ Situmorang pun melaporkan seorang notaris bernama Ahmad Budiarto SH MKn dan Sulasmi ke Polda Metro Jaya (PMJ) tertanggal 13 September 2020, Tanda Bukti Lapor No. TBL/5479/IX/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, atas dugaan penggelapan dan atau pemalsuan secara bersama-sama. Sebagaimana dimaksud Pasal 378 KUHP dan/atau 372 KUHP dan/atau 263 KUHP jo. Pasal 55 KUHP dan/atau 56 KUHP atas Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 313/Bedahan, seluas 1.000 meterpersegi.

Andar memaparkan kepada media, bahwa awalnya, kliennya bernama Cristian yang memberi kuasa kepadanya untuk penanganan kasus ini. Yang mana Cristian berniat menjual tanah seluas 1.000 meterpersegi di Keluarahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

“Tanah atas nama Christian itu tadinya akan dibeli oleh Sudadih Lurah Bedahan. Saat pertemuan, dia (Lurah Sudadih) menunjuk notaris dan minta kita ke kantor notaris duluan,” jelas Andar melalui keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Lanjut Andar, saat berada di kantor notaris, Budiarto menyarankan untuk mendahulukan, hingga terjadi ‘pengikatan diri untuk jual beli’ (PDJB) dan Cristian mendapat DP sebesar Rp150 juta dengan perjanjian dibayar lunas sebelum 15 April 2019.

“Sekarang sudah lewat tanggal dan sesuai perjanjian, maka ini sudah batal demi hukum,” ujarnya.

Namun, saat Cristian ingin mengambil kembali seritifikat yang diserahkan kepada notaris pada tanggal 15 Oktober 2018 lalu, menurut Andar, justru malah terjadi kejanggalan. Dimana hingga saat ini, notaris tidak juga memberikan kepada Cristian. Kejanggalan lain, pembeli yang awalnya adalah Sudadih berubah menjadi Sulasmi.

“Siapa Sulasmi ini kita ga tau, ini kita anggap fiktif,” tegas Andar.

Hal lain juga diungkap oleh Andar, yakni adanya upaya pemalsuan tanda tangan Cristian. Sebab pada 12 Februari 2019 lalu muncul pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Jelas ini pemalsuan surat. Pemecahan SHM jadi dua SHM di BPN Depok dan pemalsuan IMB di Kantor Walkot Depok,” tandas Andar.

Andar Situmorang juga sudah menghubungi orang yang bernama Sulasmi untuk minta agar kembalikan saja sertifikat HM-nya. “Saya perlu buat bukti di polisi laporanku terhadap pidana atas tanahnya Cristian lt 1000 M2 yg dilakukan Dirut Pt Abadi Mukti Perum Bukit Rivaria Depok. Lebih cepat saya terima lebih bagus. Biar diakhiri kedua perkara LP-ku yg di Polda. Andar kuasanya Christian,” tulis Andar dalam pesan yang dikirim ke Sulasmi, namun tidak direspon yang bersangkutan.

Untuk itu, selama proses hukum ini berjalan dan kelancaran penyidikan, Andar meminta kepada Walikota Depok untuk menonaktifkan Lurah Bedahan. “Serta meminta kepada Menhumkam, Majelis Pengawasan Pusat Notaris, dan Majelis Pengawasan Daerah Notaris untuk mencabut izin notaris Ahmad Budiarto, yang belakangan diketahui baru bebas menjalankan pidana tiga tahun penjara,” pungkasnya.

penulis | redaktur

Mungkin Anda Menyukai