Andar GACD, Laporkan Sonny Widjaya Dirut PT. Asabri Korupsi 2 T Ke KPK

Sotarduganews, Jakarta  – Direktur Eksekutif Goverment Against Corruption & Discrimination (GACD) Andar Situmorang, SH membuat pengaduan ke KPK Tindak Pidana Korupsi Sistimatis Rp 1,5 trilyun Investasi Pasar Modal PT. Asabri.

Andar pun mengirimkan surat bernomor 17/ GACD/IX/2018  tertanggal 17 September 2018, kepada Menteri Negara BUMN, Menteri Pertahanan, TNI dan Pimpinan KPK.

 

Berikut isi surat tersebut:

Dengan Hormat.

Demi wujudkan PEMERINTAHAN JOKOWI-JK yang Bersih, berdasarkan Tupoksi yang kami laporkan, pelapor nama:

ANDAR MANGATAS SITUMORANG, SH. MH

Pekerjaan Advokat, Pengacara dari Law Firm ’GoldenTwins Bridge Sotarduga’ dan Direktur  ‘Government Against Corruption & Discrimination‘ ormas terdaftar di Kesbangpol tanggal 15 Oktober 2005 Nomor:04/STT-PKO/KP/X/2005.Visi-Misi turut memperjuangkan KEPENTINGAN UMUM, mencegah dan membrantas Korupsi dimaksud pasal 41, 42 undang undang No: 31 tahun 1999 Cq No; 20 tahun 2001, demi mewujudkan Penyelengara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, tanpa kecuali DIRUT PT. ASABRI ( Persero ) ijinkan kami melaporkan Tipikor ini tercatat kerugian Negara Rp1,5 Trilyun pada PT. ASABRI untuk di proses secara hukum sebagaimana mestinya berdasarkan penjelasan sebagai

berikut:

1. Bahwa berdasarkan hasil WASRIK ITJEN KEMENHAN tahun 2016 ditemukan kerugian Negara Rp 400,000.000.000,- dan hasil pemeriksaan atas kegiatan investasi di bidang pasar modal PT. ASABRI Pesero tahun 2015 -2016 semester I ditemukan kerugian Negara Rp.1,500 000.000.000.-(satu setengah trilyun Rupiah) ini tanggung jawab Dirut PT. Asabri

2. Bahwa diketahui selama ini sukses para pelaku transaksi jahat adalah pengelola investasi PT. Asabri dengan mafia di pasar modal mendapatkan keuntungan pribadi aset PT. Prima Jaringan status dijaminkan kepada PT. Asabri :

A. Aset MTN PT. Prima Jaringan yang di jadikan jaminan kepada PT. ASABRI (Persero) berupa bangunan strata title seluas 14.482 M2 semi gross terdiri dari apartemen seluas 10.788 M2 dan retail 3.696 M2 (yang akan dibangun diatas tanah seluas 6.300 M2)
senilai Rp.500.000.000.000,- ternyata mendapatkan register Otoritas Jasa Keuangan

B. Aset MTN PT. Prima Jaringan yang di jaminkan kepada PT. ASABRI (Persero) tidak memiliki peringkat rating yang dikeluarkan oleh Pefindo.

C. Lokasi Aset ternyata masih kondisi sawah dan rawa, tidak ada bangunan sama sekali serta pengembang belum mendapat ijin pelaksanaan pembangunannya

D. Sampai dengan saat ini PT. Prima Jaringan belum pernah membayarkan kupon sebesar 14% yang pembayaran kupon per 3 bulan sebesar Rp. 17.500.000.000,-.

E. Aset MTN PT. Prima Jaringan yang di jaminkan kepada PT. ASABRI (Persero) senilai Rp. 500.000.000.000,- dengan bunga 14% dan jatuh tempo pada tanggal 2 Februari 2019 adalah ASPAL (Asli tapi Palsu), tegas Andar.

3. Berdasarkan

A. Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi PT. ASABRI Nomor: Kep/05/KOM/AS/XII/2011 dan Nomor: Kep/248-AS/XII/2010 tentang STANDARISASI ETIKA PERUSAHAAN (CODE OF CONDUCT) PT. ASABRI.

B. Keputusan Dirut PT. ASABRI (Persero) Nomor Kep/19-AS/III/2013 tanggal 27 Maret 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Investasi PT. ASABRI (Persero);

C. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/POJK.05/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Investasi Dana Pensiun.

D. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 43/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pedoman Prilaku Manajer Investasi.

4. Dengan demikian untuk menutupi atau merekayasa potensi kerugian, oknum pengelola Investasi melakukan cara-cara atau praktek-praktek yang mengalihkan potensi kerugian dari portofolio saham ke portofolio investasi reksadana di beberapa Perusahaan Manajer Investasi, kenyataannya potensi kerugian tersebut tetaplah akan dialami oleh PT. ASABRI.

Demikian disampaikan laporan Tipikor ini secara bertanggung jawab untuk perkara Tipikor nya diproses secara hokum. atas perhatian dan kerja samanya, terima kasih

Surat berikut menjadi tembusan ke Ketua KPK, Ketua BPK RI, Ka POM TNI, Dewan Komisaris PT.Asabri, Para pihak terkait Asabri, Arsip.

Penulis : Redaksi

Mungkin Anda Menyukai