Nekat Berjualan di Eks Pasar Gotalamo Sejumlah Pedagang Ditertibkan Satpol PP dan Dinas Perindakop Morotai

Sotarduganews, Morotai — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pulau Morotai bersama Dinas Perindakop kembali melakukan penertiban sejumlah pedagang yang masih berjualan di eks pasar Gotalamo yang ke sekian kalinya.

Itu karena, tempat jualan para pedagang berulangkali di angkut dan di bongkar serta di pindahkan ke pasar CBD oleh Petugas namun, pedagang tetap masi saja berjualan di eks pasar.

Alasan pedagang mereka tetap berjualan di tempat itu karena, tempat itu berada di pusat kota sehingga julan mereka sangat laku pendapatan mereka juga bagus, bila di bandingkan dengan mereka berjualan di pasar CBD.

Lagian kata mereka lahan eks pasar tempat mereka berjualan statusnya belum menjadi milik pemda tapi, milik perorangan sehingga Satpol dan Dinas Perindakop tidak seharusnya melarang mereka saat berjualan di tempat itu.

Selain itu ada juga yang beralasan tidak ada tempat jualan mereka di pasar CBD, pernah sudah di pindahkan ke pasar CBD oleh Satpol PP cuman karena, persoalan tempat sering terjadi adu mulut dengan pedagang yang sudah lebih dulu tempati di pasar CBD akhirnya mereka balik lagi jualan di eks pasar gotalamo.

Sementara Kasatpol PP A. Yanto Gani menyampaikan, hari ini adalah rajia yang ke sekian kalinya dan terakhir untuk itu seluruh pedagang mau dan tidak akan tetap di tertibkan serta di pindahkan ke pasar CBD yang telah di sediakan Pemda.

Masyarakat harus mengerti yang kami lakukan ini adalah penertiban pasar dan itu di atur oleh pemerintah jangan di kaitkan dengan persoalan lahan karna itu duah yang berbeda katanya.

Untuk itu tenda dan tempat jualan seluruh pedagang akan tetap di bongkar serta di bawa ke pasar CBD.

Menanggapi soal ijin berjualan dari pemilik lahan Satpol PP telah berkordinasi dengan pihak pemilik lahan bahwa, mereka tidak perna memberikan ijin untuk berjualan di tempat tersebut.

“Pemilik lahan menyampaikan, kalau ada pedagang jualan di tempat ini mengatasnamakan atau beralasan telah mendapat ijin dari pemilik lahan bahwa itu tidak benar” katanya.

Sementara kadis perindakop Nasrun Mahasari menambahkan, tidak ada alasan bahwa, tidak ada tempat di pasar CBD bagi pedagang sekalipun semua pedagang di alihkan kesana tetap masi ada kelebihan tempat katanya.

Ini penertiban yang sudah kesekian kalinya dan terakhir karena, sudah berulang kali kita sampaikan dan ingatkan sehingga semua pedagang sudah harus pinda ke pasar CBD. Kalau semua pedagang sudah tempati di pasar CBD pasti jualannya laku juga, apa lagi sudah ramai tidak seperti sebelumnya otomatis semua orang pasti lari ke pasar saat belanja.

Penulis : oje

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.