Lurah Pabuaran – Bogor, Romli, S. Sos: Lebih Dari 9000 Warga Pabuaran Terdampak Covid-19

Sotarduganews, Bogor — Lebih dari 9000 warga Kelurahan Pabuaran kecamatan Bjong Gede, kabupaten Bogor terdampak Covid-19 diusulkan untuk mendapat bantuan dari pemerintah. Data-data mereka sudah disampaikan ke Pemda Bogor melalui Kecamatan Bojong Gede. Sampai sekarang kita belum menerima bantuan itu, baik dari Presiden, Gubernur atau Bupati. Kita bersabar saja karena orang sabar disayang Tuhan.

Kantor desa dan Lurah Romli, S.Sos di ruang kerjanya

Demikian disampaikan Lurah Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor, Romli, S. Sos kepada Sotarduganews saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (22/04/2020) pukul 14.45 petang.

Menurut Romli, walau sampai hari ini warga Kelurahan Pabuaran belum satupun positif terjangkit Virus Corona, akan tetapi banyak warga terdampak pandemi tersebut akibat tidak bisa bebas beraktivitas mencari nafkah sebagaimana biasanya. Semua mereka sudah didata para petugas di RT masing-masing dan disampaikan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya bisa mendapatkan bantuan.

Sebagai bentuk antisipasi dan proteksi diri terhadap terjangkitnya wabah Covid-19, lanjut pa Lurah, pertama diadakan sosialisasi di tingkat RW tentang apa itu Covid-19, selanjutanya RT dan RW meneruskan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. Selain itu disampaikan larangan-larangan lewat surat edaran ke setiap RT dan RW untuk menghimbau warga harus pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sementara penagnan masalah Covid -19, kata Romli, pihaknya sudah membentuk Satgas Siaga Covid -19 di tingkat RW. Tugas-tugas mereka, terutama dalam konteks diberlakukannya PSBB di Kabupaten Bogor, dimohon kepada warga masyarakat agar disiplin mengikuti larangan itu, dan setiap jalan masuk ke perumahan selalu dijaga. Para penjaga juga harus pakai masker. Kendaraan yang sudah keluar dari perumahan, ketika hendak kembali ke perumahan akan disemprot terlebih dahulu sebelum masuk lagi ke perumahan menuju rumahnya seperti disaksika Sotarduganes di perumahan Villa Pabuaran Indah RW. 016 sore tadi.

Sedangkan warga luar kelurahan dan/ perumahan yang masuk ke perumahan harus diperiksa satu per satu apa tujuannya. Kalau tidak lengkap, mereka disuruh kembali. Jika ada kejadian Satgas segera melapor ke tingkat keluarahan, dan keluarahan melapor ke Puskesmas Bojong Gede. Sampai saat ini belum ada satu pun warga kelurahan Pabuaran positif Covid -19.

Lurah juga menjelaskan, untuk menhindari terjangkitnya virus mematikan ini, pada setiap rumah di semua RT diadakan penyemprotan disinfektan. Jika petugas luar kelurahan juga selalu dipantau. Pengajian-pengajian pun sudah tidak ada.

“Data sudah kita sampaikan. Yang terdampak Covid -19, bukannya orang miskin. Itu jumlahnya kalau tidak salah 9027. Itu sudah kita usulkan. Mudah-mudahan usulan kita direspons. Jangan sampai usulan kita sekian dapat sekian. Bagaimana masyarakat kita. Termasuk statemen Bapak Gubernur tidak hanya warga Jawa Barat tetapi juga warga masyarakat yang punya KKP di luar kabupaten juga sudah kita data dan sudah disampaikan ke dinas terkait”, tutur Romli.

Selain itu, lanjut Lurah, pihaknya juga mengadakan Gasibuk (Gerakan Nasi Bungkus). Suatu kegiatan yang mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dibuka dapur umum, masak nasi kemudian nasi itu dibungkus, disaksikan pa Camat dan Ibu. Demi menghindari kerumumnan massa antre mengambilnya, maka nasi itu dibagikan ke warga masyarakat oleh pasukan dari Babinsa, Kantibmas yang selalu sigap setiap saat.

“Kita juga adakan Gasibuk (Gerakan Nasi Bungkus). Itu program Gubernur Jawa Barat. Sudah kita laksanakan,kita masak, kita buka dapur umum kemudian nasi itu dibungkus disaksikan pa Camat dan Ibu. Nasi-nasi itu kita bagikan ke warga masyarakat. Maka pasukan dari Babinsa, Kantibmas hadir karena mereka yang membagikan nasi-nasi itu”, jelas Lurah Romli.

Di akhir pertemuan itu Lurah Romli bersyukur karena berkat kedisiplinan warga mengikuti arahan dan larangan pemerintah maka sampai hari ini belum ada warga kelurahan Pabuaran yang positif Covid-19. “Kita bersyukur, walaupun Bojong Gede ini masiuk zona merah tetapi warga Pabuaran belum satupun terjangkit. Semoga sampai tanggal 29 nanti warga Pabuaran tetap tidak terjangkit virus Corona ini”, ujar Romli seraya berterima kasih sekaligus menghimbau warga kelurahan agar tetap disiplin gunakan masker, jaga jarak aman dan hindari kerumunan.

Penulis : Bernad

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.