Lokasi BPP Kota Juang Bireuen, Mentan RI Monitoring Kostratani

Sotarduganews, Bireuen — Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, gelar monitoring Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di BPP Kecamatan Kota Juang, di Desa Meunasah Dayah, Bireuen, Jumat siang (21/02/20).

Menteri Pertanian dan rombongan juga hadir anggota DPR-RI TA Khalid, Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, MSi. Usai dijamu makan siang, gelar telecomfren dengan pihak terkait di Konawe, Mandailing Natal, Lampung, Jakarta dan Aceh.

Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo, SH, MH usai mendengar penyampaian pihak terkait mengatakan, untuk Konawe hasil panen padi masih 4 ton perhaktare, berarti masih ada perlu dilakukan.

“Tidak boleh dibawah 4 ton, kebutuhan pupuk RDKK disempurna, sampaikan ke Dinas Pertanian di Kabupaten, Provinsi dan Kementerian untuk saya tindaklanjuti,” ujarnya.

Dari Mandailing Natal Sumatera Utara, Menteri mendapat informasi bahwa sudah lima BPP mendapat Kostratani dan sudah dua BPP sudah dilengkapi dron,dikatakan Menteri bahwa Kostratani ini membawa teknologi dan penyuluh nanti akan dilatih secara online.

“Saya janji datang ke Mandailing Natal, dan perlihatkan pertanian yang bagus kepada saya nanti, kita berikan bantuan sapi, juga budidaya ikan dan bisa dipanen sebelum panen padi. Perhatikan pertanian, pupuk tidak boleh ada cara-cara distorsi,” pesan Menteri.

Lampung, Menteri mengatakan sangat serius memperhatikan Lampung dan harus dapat menjadi lokomotif baru untuk menyangga Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Pulau Jawa.

Pertanian yang maju ditentukan koordinasi manajemen lapangan, dan Kostratani adalah salah satu inti untuk melakukan organisasi pertanian kelapangan, faktual dan nyata, setiap kejadian harus disikapi sesuai kondisi yang ada, disetiap daerah.

“Kostratani teknologi baru sistem online dan sangat penting sekali, untuk saat ini masih ada hambatan sinyal belum bagus, dan masih perlu ada pembelajaran bagi penyuluh, nanti ke depan penyuluh, ketua kelompok tani bisa bicara melalui telpon, bicara sama saya,” sebut Mentan.

Selain program Kostratani, yang kedua kemajuan pertanian ke depan sangat ditentukan oleh penyuluh. “Penyuluh Kopasus pertanian, penembak jitu pertanian, kalau tumpul dan loyo maka pertanian di daerah itu tidak tepat jadi kekuatan inti pertanian,” tegas Mantan.

Menteri di hadapan pihak terkait di Bireuen dan berbagai daerah di Indonesia melalui saat Monitoring Kostratani, juga berharap doa semua pihak, agar penyuluh dapat dikembalikan ke kementerian pertanian, ujar Mentan dan diamini semua hadirin.

Menurut Menteri, soal RDKK saat ini masih menjadi persoalan utama dan perlu agar disempurnakan, diharapkan dapat diinput melalui konstratani nanti saya tindak-lanjut langsung nampak, jika salah input RDKK maka pupuk hilang.

Urusi pertanian dengan baik dan hasilnya akan baik, pertanian baik membuat daerah menjadi baik dan pimpinan daerahnya juga bangga, kemiskinan bisa turun, banyak terbuka lapangan kerja lebih banyak.

“Ini menjadi tugas kita semua dan saya harap Bireuen tiga tahun ke depan harus sudah lebih maju dan berkembang,” kata Mentan dan dari Jakarta diperoleh jawaban cuaca di Bireuen Sabtu (22/02/20) kondisi cerah.

Dari pertanyaan ke BPP Aceh, diperoleh keterangan, Konstratani untuk tahun 2020 dari 281 kecamatan yang sudah dialokasi 173 dan untuk hasil panen padi dari hasil umbinan di Pidie 8 ton perhektare sama di Aceh Besar dan Bireuen.

“Terimakasih semua penyuluh pertanian di Bireuen saya harap menjadi contoh bagi daerah lainnya dan dan dengan menanam jagung bisa menghilangkan orang miskin dan diharap agar Dirjen membantu bibit dibutuhkan, ” tutup Dr Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, langsung ke lokasi tanam jagung di Bate Raya Juli Bireuen.

Penulis : Rizal Jibro

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.