Krisis Pangan Akan Terjadi di Bireuen, Areal Sawah Produktif Timbun Tanah

Sotarduganews, Bireuen — Krisis pangan akan terjadi di Kabupaten Bireuen, bila areal lahan sawah produktif, terus ditimbun tanah untuk dijadikan pertapakan rumah toko dan bangunan pemerintah di daerah itu, ungkap sejumlah warga masyakarat pada sejumlah Gampong, dalam keluhannya kepada media ini, Minggu (12/07).

Banyak lahan produktif berupa areal persawahan milik petani dan warga masyarakat di Gampong dan kota pada tujuh belas kecamatan di sana, telah cukup lama lahan itu ditimbun tanah merah galian c,dijadikan lapak bangunan baik milik Pemerintah Kabupaten Bireuen maupun secara pribadi rumah toko. tutur Hasri bersama Ramadhan.

Warga di gampong Kota Bireuen Kecamatan Kota Juang Bireuen dan Blang Bladeh Bireuen Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, banyak lahan sawah produktif, letak lokasi strategis, tidak lagi bisa tanam padi gado dan rendengan.

Untuk tanam padi apalagi irigasi pante lhong Ini, waduk, paya dan beberapa sumber mata air, telah dibangun pemerintah pusat dan daerah, bisa tanam padi dua kali setahun,kini banyak hilang berpuluh hektar setiap bulan, dijadikan tapak rumah dan rumah toko juga perkantoran pemerintah, tambah Muhammad Gade, yang juga salah seorang ketua kelompok tani di salah satu kecamatan di wilayah kawasan Bireuen.

Yang parah lagi pihak Pemerintah Kabupaten Bireuen, secara sembarangan memberikan izin mendirikan bangunan tanpa terlebih dahulu meninjau oleh tim baik dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bireuen dan berbagai Dinas terkait lainnya, pada lahan lahan sawah yang terletak dipinggiran baik jalan nasional Medan Banda Aceh.

Maupun pada letak sawah di jalan kabupaten dan kecamatan yang seharusnya tanam padi dua sampai tiga kali setahun, dulu dapat panen raya ribuan ton gabah kering dari lahan sawah produktif itu, tapi kini cukup disayangkan  banyak sawah menciut dari dua puluh dua ribu hektar lebih.

Kini sudit diperkirakan hanya delapan belas ribu hektar areal persawahan, masih ditanam padi, bila hal ini masih dibiarkan Pemerintah Kabupaten Bireuen dibawah kendali  Bupati setempat  Muzakkar A Gani, diperkirakan lima tahun ke depan lahan sawah habis’.

Terencam Kabupaten Bireuen, akan terjadi krisis pangan, ribuan ton gabah kering panen raya siap giling, karena sawah sawah terancam punah dan percetakan sawah baru apakah ada yang dibuka lahan baru, kami tidak tahu, ungkap M Daud bersama Ali Masykur, juga anggota Kelompok Tani di Samalanga dan Juga Peusangan Matanggeulumpang dua.

Secara ekonomi memang pembangunan milik pemerintah dan rumah toko dan rumah permanen besar dan indah, milik warga berdiri megah di atas lahan sawah tadi, sangat cepat diberikan izin mendirikan bangunan, Pemerintah Kabupaten Bireuen, yang seharusnya tidak terjadi hal ini, tambah Hadiansyah, warga petani di Kecamatan Juli.

Belum lagi sawah sawah itu di ambil untuk jalan rel kereta api Medan Banda Aceh dan jalan tol,sudah di ganti rugi sawah tadah hujan dan sawah produktif, jadi, Camat, Bupati Bireuen dan  Tim Dinas terkait, tidak sembarangan memberikan rekomendasi untuk urus IMB kepada Dinas Penanaman  Modal dan Perizinan Satu Pintu. sebut Herdiansyah.

Bupati Bireuen Muzakkar A Gani melalui  PLH Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Kabupaten Bireuen Adnan Muhammad, yang dihubungi secara terpisah, Minggu (12/07) IMB yang masuk ke kantor ini, diproses atas dasar semua surat satu  berkas baik surat rekomendasi dari tim apakah dari Dinas PUTR Bireuen maupun Dinas Kesehatan.

Menurut izin dari pihak pemilik izin rumah toko atau air isi ulang termasuk makanan dan minuman  dan lainnya, tidak sembarang diberikan, oleh sebab itu pihaknya berhati hati proses IMB ini, ujar Adnan.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.