Komplek Makam Tuan Dikandang Gampong Kande Banda Aceh, Tidak Terawat

Sotarduganews, Bireuen — Warga Masyakarat Berbagai daerah di Provinsi Aceh, sangat kesal kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Wilayah Kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.

Membiarkan Kompleks Makam Tuan Dikandang dan Makam Putri Ijo di Gampong Kande Banda Aceh, ditumbuhi semak belukar dan berkesan tidak terawat, hal ini sebagaimana keterangan sejumlah warga setempat kepada media ini, Kamis (10/07), menyebutkan bahwa Kompleks Makam Tuan Dikandang.

Sebagai cakarbudaya kurang terawat, padahal Makam Tuan Dikandang dan Makam Putri Ijo, bukti sejarah Raja Raja Aceh harus dilestarikan, untuk di kenang oleh setiap warga masyarakat khususnya generasi muda.

Ternyata komplek itu kurang perawatan banyak rumput tumbuh subur di sekeliling makam, sebut Muhammad, warga setempat yang dihubungi secara terpisah.

Untuk menjaga situs sejarah dan cakar budaya kedua makam ini, menurut Maha Guru Masri Yoga, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Magic Aceh, juga cukup kesal dan sedih melihat Kompleks Makam Tuan Dikandang dan Makam Putri Ijo, terkesan dibiarkan tidak terawat.

Begitu pula, budayawan Tgk Tarmizi Abdul Hamid, yang dihubungi secara terpisah di Banda Aceh, Kamis (09/07), menyebutkan bahwa untuk pelestarian Cagar Budaya kedua Makam ini.

Tanggung jawab dari pihak Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Wilayah Kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.

Untuk itu, sangat diharapkan kepada pihak Menteri Kebudayaan dan Pariwisata maupun Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Wilayah Kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, segera merawat kedua makam ini, selain banyak dikunjungi warga masyarakat di seluruh Provinsi Aceh.

Termasuk Pariwisata seluruh Negara di Asia Tenggara, banyak berkunjung ke Makam ini, untuk melihat makam raja raja Aceh, yang sudah cukup berjasa kepada negeri ini, tambah Masri Yoga bersama Tarmizi Abdul Hamid.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.