Keluarga Tujuh Nelayan Kuala Raja Bireuen, Cemas dan Gelisah Menunggu Suaminya Dari India

Sotarduganews, Bireuen — Keluarga tujuh orang nelayan asal Gampong Kuala Raja dan Ujong Blang, Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen, cukup Cemas dan Gelisah menunggu suaminya dan anak mareka, yang terdampar di Pulau Andaman Negara India, bisa pulang secepatnya ke rumah.

Hal ini dijelaskan Nurhayati dan Suryati, warga Gampong Kuala Raja Bireuen, kepada media ini, Senin (07/09), didampingi dari Perkumpulan Swadaya Masyarakat (PSM) Rantau Melayu Sumatera Utara Marwan Lubis, Sulais Taufik, Rahmad Hidayat dan Herman termasuk Azhari Ujong Blang dan Muhammad Nasir Usman Panglima Laot Gampong Kuala Raja Bireuen.

Harapan tujuh keluarga nelayan ini, diwakili Nurhayati dan Suryati, suami dan anaknya Ilyas, Zulkifli, Sayuti, Abdul Rahman, M Tahar Ali dan  Samsul Bahri bersama Dahrul, menyebutkan bahwa sejak Desember 2019, mareka terdampar di Pulau Andaman Negara India, karena  sewaktu mencari ikan.

Menggunakan bout Selat Malaka dan Sinar Desa, dilaut lepas Selat Malaka bersama 61 warga Aceh termasuk delapan orang nelayan Belawan Medan Sumatera Utara juga terdampar di sana,mengunakan bout Tuah Melayu dan Rantau Melayu, jadi jumlah mareka semuanya ada 69 orang, ujar Marwan Lubis dan Sulais Taufik.

Setelah terdampar mareka baik Pemilik dua bout  bersama Pawang Laot Aceh tidak pernah memberikan penjelasan kepada keluarga tujuh orang nelayan Kuala Raja dan Ujong Blang, walaupun suaminya dan anaknya bekerja pada toke bout di Banda Aceh, sebut Nurhayati dan Suryati, berurai air matanya.

Saat memberikan keterangan kepada Tim PSM Rantau Melayu Sumatera Utara dan awak media ini,setelah kepeduliannya PSM Rantau Melayu tersebut datang ke Bireuen, untuk cari data siapa saja nelayan Aceh terdampar sekitar 61 orang, ternyata tujuh nelayan asal Kuala Raja dan Ujong Blang Bireuen.

Pihak keluarga nelayan cukup terbaru atas kepedulian untuk memulangkan suami dan anak mareka, sebelumnya tidak satupun dari kalangan pemerintahan Aceh dan Bireuen mempedulikan kami,yang jelas mareka ke 69 orang  Aceh – Belawan Medan Sumatera Utara, sangat mengharapkan Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, segara memulangkan suami dan anak kami, pungkas Nurhayati dan Suryati.

Wakil Ketua PSM Rantau Melayu Sumatera Utara Marwan Lubis bersama Tiga Kreu Sulais Taufik Rahmad Hidayat dan Herman yang dikonfirmasi  hal ini,di Bireuen mengatakan, bahwa juga tujuh orang nelayan asal Belawan Medan Sumatera Utara, salah satu Zubir Amir bin Amir Abdullah, Ketua DPP PSM Rantau Melayu, terdampar di Andaman Negara India, kini berkumpul mareka sekitar 69 nelayan minta jemput untuk pulang ke Aceh dan Belawan Medan Sumatera Utara. tambah Marwan Lubis.

Panglima Laot Kuala Raja Bireuen Muhammad Nasir Usman, juga sudah menghadap Mantan Panglima Laot Aceh H Adli Abdullah berjanji untuk dua bulan kedepan semua nelayan Aceh dan Belawan Sumatera Utara, Insyaallah bisa kita pulang, ungkap Muhammad Nasir Usman, menirukan kata Mantan Panglima Laot Aceh itu.

Bagi Kepala Dinas Pangan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bireuen, Irwan, yang dihubungi media ini, kami tidak tahu tujuh nelayan ditangkap di Andaman Negara India tidak laporan, apalagi nelayan ini bekerja pada dua bout toke Banda Aceh, walaupun penduduk Gampong Kuala Raja dan Ujong Blang,sudah masuk ranah nasional dan internasional kedua negara tidak bisa buat banyak. ujar Irwan.

Penulis : Rizal Jibro)

Editor : res

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.