Irwan: Kami Tidak Tau, Tujuh Nelayan Kuala Raja Terdampar di India

Sotarduganews, Bireuen — Kepala Dinas Pangan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Irwan, mengatakan bahwa tujuh orang nelayan Gampong Kuala Raja dan Ujong Blang Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, yang terdampar di Kepulauan Andaman Negara India.

Sama sekali, tidak kami tahu terdamparnya 61 orang warga Aceh, tujuh orang dari itu nelayan dari Kuala Raja dan Ujong Blang Bireuen, yang mengunakan boet pukat “Sinar Desa” dan “Selat Malaka”, saat cari ikan di perairan laut Selat Malaka.

Karena,ketidak tahuan kami berdasar hasil laporan dari Panglima Laot Bireuen dan Kuala Raja, setelah beberapa kali diberitakan sejumlah media online baik Aceh dan Jakarta, jadi, tambah Irwan, yang dihubungi pakai alat komunikasi handphone, Sabtu Sore (05/09), oleh media ini, sampai sekarang dia tidak bisa membuat lebih banyak.

Apalagi tujuh warga Kuala Raja dan Ujong Blang Bireuen, memang penduduk kita di dua Gampong dalam wilayah Kabupaten Bireuen, tetapi dia berkerja di Banda Aceh, sebagai profesi nelayan dua bout tersebut, bahkan keluarga bersama panglima laot setempat, tidak pernah melaporkan hal itu, kepada kami.

Menjawab,media ini setelah tau hal ini,menurut Irwan, sudah menentukan kepada Panglima Laot Bireuen bersama Panglima Laot Kuala Raja, agar menangani kasus terdampar 61 orang warga Aceh dan tujuh orang warga Bireuen,sudah termasuk ke ranah Nasional atau internasional, sebab antara negara.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut,setidaknya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Bupati Bireuen Muzakkar A Gani, melaporkan hal ini kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia, untuk penanganan proses pemulangan mareka ke 61 orang nelayan Aceh termasuk delapan orang nelayan Belawan Medan Sumatera Utara, sebut Irwan.

Terkuak nya, (61) orang nelayan warga Aceh  dan delapan nelayan Belawan, setelah datang Wakil Ketua PSM Rantau Melayu Sumatera Utara Marwan Lubis bersama tiga personilnya, menghadap Ketua LSM Magic Aceh Maha Guru Masri Yoga di Bireuen, menjelaskan bahwa kedatangan mareka membawa misi bendera kemanusiaan.

Dengan cepat mengrespon laporan itu, segara menghubungi Azhari Ujong Blang Bireuen mewakili Panglima Laot Kuala Raja M Nasir Usman, merasa kaget langsung menata tujuh orang nelayan yang sudah delapan bulan di tahan di Kepulauan Andaman Negara India bersama orang Aceh dan Nelayan Belawan Medan Sumatera Utara, delapan orang, jumlah semuanya 69 orang, kata Masri Yoga dan Wakil Ketua PSM Rantau Melayu Sumatera Utara Marwan Lubis bersama Azhari,

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.