Ibu Muda Penganiaya Anak Tiri di Perdagangan Simalungun Akhirnya Diringkus Oleh Polisi

Sotarduganews, Simalungun — Aksi kekerasaan terhadap bocah di umur Viral di Media Sosial ( Medsos) seorang Ibu rumah tangga (IRT) berinisial RH tengah melakukan penganiayaan anak tirinya berinisial GS hingga mengalami luka memar di kaki, tangan hingga bagian wajah. Wanita berusia (45) tahun itu kini meringkuk di balik jeruji Polres Simalungun.

Video panganiayaan yang dilakukan RH terhadap korban GS baru berusia tujuh (7) tahun viral di media sosial Facebook sejak hari Jum’at (14/2/2020) dalam video berdurasi 3 menit 18 detik yang diperoleh Sotarduganews RH terlihat sangat sadis memukul GS secara membabi buta menggunakan tangan dan tali pinggang.

GS (korban) pun menangis sambil memohon minta ampun, tapi RH tidak memperdulikan tangisan GS, pelaku RH terus saja melibas dan menghajar GS” teriakan korban, “Sakit, Mak, Sakit Mak “, namun sama sekali tidak di dengar pelaku.

Sambil mukul RH juga melontarkan kata- kata ” nggak suka aku dibohongi ” kata RH Ibu tiri korban. RH pun terlihat menunjuk arah buku tulis GS yang tetletak di lantai ” disuruh lah kau pulang mulai pagi nggak siap, semua orang siap, nggak tahu kau ini, kan ditulis papan tulis masa nggak bisa kau lihat matamu besar kali ” ujarnya. RH sambil menyuruh GS menulis dibukti tulisannya tersebut.

Penganiayaan itu terlihat dan di saksikan teman – teman GS, Namun tak ada teman GS berusaha menyelamatkan korban (GS), teman korban hanya bisa terdiam dan menonton.

Menanggapi hal itu, Kapolres Simalungun AKBO Heribertus Ompungsunggu mengatakan, RH Sudah ditangkso dari rumahnya dikelurahan Perdagangan l, kecamatan Bandar, Simalungun, pada hari Minggu, (16/2/2020).

” korban GS ini Tiri tersangka ” jelas pungkas Heribertus.

Heribertus melanjutkan, selain mengamankan RH, pihaknya juga menyita barang bukti berupa tali pinggang ” tersangka dan korban masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan selanjutnya akan ditahan”. ujarnya.

Kapilres Simalungun AKBP Heribertus menjelaskan, aksi penganiayaan tersebut berlangsung pada hari Kamis (13/2/2020) ” Viralnya sejak pada gari jumat (14/2/2020) Video Amatir itu direkam Sahabat korban berinisial A dan dilaporkan ke Kakek Korban berinisial RS”. terangnya.

Soal motif penganiayaan tersebut ungkap AKBP Heribertus RH emosi Sebab GS Susah dikasih tahu , bandel dan tak mau mendengar Nasehat

AKBP Heribertus Ompungsungguh Mengatakan saat ini, GS sudah bisa beraktivitad seperti biasanya GS hanya mengalami luka memar kaki, rangan dan wajah.

Atas perbuatan itu, Tambah AKBP Heribertus Ompungsungguh , RH harus dijerat Pasal 44 ayat 1 undang – undang ( UU) nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam Ruang lingkup Rumah Tangga atau pasal 80 ( UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang – undang ( UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. ” Ancam Hukuman 5 tahun penjara ” Ucapnya.

Penulis : GM

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.