Heru Budhi Sutrisno, SH., MH (Kuasa Hukum Lala): Dakwaan JPU Kabur

Sotarduganews, Cibinong – Dalam sidang perdana perkara dengan Nomor :  PDM- 17 / BGR / 01 / 2020 yang digelar di Pengadilan Negeri Cibinong, Kamis, 6  Pebruari 2020 dengan agenda pembacaan Dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum, Akhmad Adi Sugiarto, SH., MH, sedangkan yang menjadi terdakwa adalah Lala (Wanita-32), dalam Dakwaannya JPU menambahkan pasal 374 tentang kejahatan dalam jabatan.

“Pasal 374 adalah kejahatan dalam jabatan, Kalau Lala dikatakan melakukan kejahatan dalam jabatan, minimal barang itu ada dalam kekuasaan dia (Lala-red), ini mana barangnya “?, hal ini dikatakan Heru Budhi Sutrisno, SH., MH. kepada Tim Media seusai mendampingi Kliennya Lala di Pengadilan Negeri Cibinong orang atas hasil kerjanya, tegasnya.

“Dakwaan JPU ini terkesan mengada-ada dan kabur dan dipaksakan”. Kalau yang menjadi persoalannya adalah fee, fee itu apa pengertiannya ?, lanjut Heru, Fee itu pembayaran jasa yang diberikan oleh seseorang atau perusahaan terhadap orang perorangan karna hasil kerjanya. Imbuh Heru.

Dikatakan Heru, dari 2013 Lala bekerja di Perusahaan itu, kenapa baru sekarang perusahaan mempersoalkan hal itu, kata dia, Harus ada audit terhadap perusahaan itu, kata Heru,  dan yang mengaudit itu harus akuntan publik, tidak bisa akuntan internal perusahaan, kalau dari akuntannya dari internal, dia pasti membenarkan perusahaan. Tegas Heru.

Lala Diketahui dilaporkan oleh Rizal salah satu Sales Marketing di PT. Bian Niaga Batuan (BNB) dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B462/IX/2019/JBR/RES tanggal 6 September 2019 dengan Pasal 378 dan 372 KUHPidana, pada laporannya tersebut Rizal yang juga sebagai sama-sama berprofesi Marketing dengan Lala yang saat ini sebagai Terdakwa.

Namun ada kejanggalan dalam laporan tersebut, pada Laporan tersebut yang dijadikan Barang Bukti adalah Sales Order (kecil), serta Fee yang diterima oleh Lala sebesar Rp. 8 juta 940 ribu ditansfer dari rekening pribadi  atas nama Martinus Murdianto pada bulan Agustus 2017, bukan dari rekening Perusahaan atau PT. BNB, hal ini sesuai dengan Berita Acara Pemriksaan Penyidik Pembantu Polres Bogor, kemudian dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum menjadi Rp. 271.560.000.

Tidak hanya itu kejanggalannya, Pemesan Marmer atau batu alam atas nama MIMI yang kemudian membatalkan pesanan atau pembeliannya dan disebutkan namanya oleh Lala dalam BAP, tidak pernah sekalipun diperiksa oleh Penyidik Polres Bogor.

Pada Berita Acara Pemeriksaan disebutkan bahwa Lala mendapatkan pesanan Marmer Cristal White dan Olimpic White dari pemesan yang bernama Mimi, dan kemudian kepada Divisi Finance oleh Lala diminta agar dibuatkan faktur tagihan serta Sales Order (kecil) yang diminta Lala, kemudian Lala baru mengetahui bahwa ternyata Marmer pesanan atas nama Mimi tersebut telah dibatalkan pada bulan April 2018,  setelah Lala keluar dari PT. BNB.

Menurut penuturan dari Tina (kakak kandung Lala), ketika ditemui oleh Tim media di Pengadilan Negeri Cibinong, mekanisme pejualan barang di PT, BNB adalah, setelah ada pembelian atau pemesanan oleh Marketing dibuatkan Sales Order (kecil), kemudian oleh Marketing dilaporkan kepada Perusahaan, selanjutnya Perusahaan memerintahkan bagian Sales Order (besar) pada Sales Order (besar) itu ditandatangani Martinus Murdianto dan tercantum Nomor rekening atas nama Andreas Tanudjaja kemudian dikrimkan ke  alamat proyek. Hal ini dikatakan Tina selaku Kakak kandung dari terdakwa Lala, yang mengetahuinya dari cerita Lala.

“Dari mana dasarnya, adik saya dituduh telah melakukan penipuan atau penggelapan, sementara barangnya tidak jadi dibeli oleh pemesan yang bernama MIMI itu”, tegas Tina. Kalau Fee, kata Tina, itu kan pembayaran dari hasil kerja adik saya (Lala-red), dan itu ditarnsfer dari rekening pribadi atas nama Andreas Tanudjaja, jelasnya. “Saya minta adik saya (Lala-red) dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya, lajut Tina, ini saya mencurigai karena ada kecemburuan dari PT. PNB, jarna adik saya saya setelah keluar dari PT. BNB itu, banyak pemesan yang pesan batu alam melalui adik saya Lala, sehingga PT. BNB merasa tersaingi usahanya. Pungkas Tina.

Penulis : VL

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.