Gema Lansia Nusantara Tampil Memukau di MOI

Sotarduganews, Jakarta — Kolaborasi Kolintang dan Angklung yang bernaung di bawa payung GEMA LANSIA NUSANTARA asuhan Ratna Dewi Boediono ini terus eksis mempertahankan seni tradisional melalui alat musik bambu dan kayu/angklung dan Kolintang sambil perlahan tapi pasti mengedukasi dan terus berinovasi agar memotivasi generasi muda untuk ikut mempertahankan dan turut serta mengembangkan seni budaya yang telah lama jadi kekayaan bangsa yang membanggakan ini.

Ket. Foto: Ibu Ratna Dewi Boediono sedang serius main kolintang

Bu Dewi, sapaan akrab Ratna Dewi Boediono yang ditemui di selah-selah penampilan 13 grup musik dari berbagai kalangan baik tua-muda, tradisional-modern di loby Mall of Indonesia pada Minggu , 01/03/2020 ini mengatakan, ingin meniru negara-negara barat yang begitu memberi perhatian pada lansia/seniors. Maka selain ingin berbuat sesuatu bagi masyarakat dan bermanfaat bagi bangsa lewat pembentukan dan pendampingan group musik beranggotakan ibu-ibu di atas 50 tahun ini, dirinya ingin menggugah kaum muda untuk memberi perhatian, mencintai dan memberi ruang bagi lansia/seniors untuk berbakti walau sekedar lewat bermain musik di sisa hidupnya ini.

Gema Lansia Nusantara, menurut bu Dewi belum lama terbentuk namun karena animo para ibu-ibu lansia terhadap musik tradisional cukup tinggi maka dalam waktu belum genap tiga bulan, walalu masih dibatasi, jumlah anggota sudah mencapai sekitar 30 orang. Masing-masing anggota berperan sesuai keahliannya dalam memainkan tangan-tangan kreatif mereka sehingga tercipta harmoni yang mampu memukau penonton. Berkat ketekunan melatih dan kesetiaan mendampingi sang pelatih Ferdi Soputan dan lenturan tangan dirigen Budi Abdurahman membuat para ibu lansia ini tampil gagah mempesona.

Selain divisi seni budaya untuk melestarikan berbagai alat musik tradisional, juga karena memainkan musik bermanfaat untuk kesehatan, grup baru ini pun ingin mengembangkan beberapa divisi lain agar ruang gerak ibu-ibu ini menjadi lebih luas. Divisi-divisi itu seperti divisi kesehatan yang beranggotakan para dokter senior yang membaktikan dirinya untuk para lansia/seniors, divisi Lingkungan Hidup, Kebudayaan dan yang lainnya.

“Seperti diketahui, di luar negeri masyarakat berusia lanjut mendapatkan fasilitas berupa macam-macam keringanan dalam transport, dalam kebutuhan rumah tangga itu ada specialist count untuk para seniors. Ini yang akan saya usahakan tanpa melihat golongan. Mulai dari, katakanlah tukang becak tapi yang senior atau yang biasa jualan tahu atau tempe yang seniors harus mendapatkan fasilitas yang sama dengan dari golongan yang mendapatkan banyak keuntungan dalam hidupnya. Prinsipnya saya usahkan agar ada pelayanan yang sama rata tanpa membeda-bedakan. Yang penting NKRI”, ujar Dewi Boediono.

Penulis: bern

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.