Duk Pakat Antar Desa Kecamatan Kota Juang Bahas Inovasi Bersama

Sotarduganews, Bireuen —  Keuchik dan Peutuha Tuha Peut dari 23 Gampong (desa) dalam wilayah Kecamatan Juang Kanupaten Bireuen “ Duek Paket “ ( musyawarah antar desa (MAD) II membahas progam Inovasi bersama untuk percepatan dan optimalisasi efektivitas penggunaan Dana Desa di Aula Kantor Camat Kota Juang, Jumat (31/01/20).

Ketua TPID Keuchik Mahyuddin Meunasah Dayah dalam pengantarnya menyebutkan dalam upaya pengembangan pembaharuan agar mampu meningkatkan Pendapatan Aset Gampong (PAD) perlu mengoptimalisasi percepatan progam bersama.

Seluruh desa dalam wilayah Kota Juang sudah mengikuti Musyawarah Antar Desa (MAD ) Pertama dan berkomitmen mampu menciptakan inovasi sebagai langkah utama membangun desa dan bangsa.

 “Untuk diketahui program inovasi hadir sebagai upaya untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan dana desa. Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki,” Ujar Mahyuddin.

Ada beberapa inovasi yang telah dibukukan oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa namun masih sebatas wacana pada MAD I 2019 yaitu membeli dua Ruko sebagai Kantor dan Warung Kopi.

Nurdin Ismehram Petuha Tuha Peut dari Desa Pulo Ara, agar nantinya dalam posisi jualan sebaiknya menjual barang-barang produk dari masyarakat gampong dalam wilayah Kota Juang dan tidak membuka warung kopi.

Inovasi lainnya, yakni pengembangan pasar desa untuk penguatan ekonomi desa di kawasan jalan rel kereta api bagian Timur Geulanggang atau bagian Barat Reuleut Blang Cot dengan mencari lokasi yang tepat untuk membuat warung makanan kuliner khas Aceh dan nasional. 

Keuchik Geudong-Geudong Fachrial meminta kepada Ketua TPID dan BKAD untuk tidak memutuskan terkait usaha dan berikan kesempatan para Kechik untuk membicarakan terlebih dahulu di dalam rapat warga di Gampong masing-masing agar apa yang diprogamkan tidak menimbulkan pro dan kontra.

Camat Kota Juang Drs Jalaluddin, M.Si dalam sambutannya menyebutkan dirinya sangat terharu melihat antusias para Keuchik dan Peutuha Peut melaksanakan progam inovasi.

“Saya yakin ke depan akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi yang akan mereka ciptakan demi kemajuan desa dan Alhamdulillah kami mendukungnya 100 persen,”.

Jalaluddin menyarankan inovasi yang diciptakan lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa masing-masing sebab program tersebut hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa.

“Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi diharapkan mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki apalagi forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat sudah berkembang di desa-desa,” sebut Jalaluddin.

Penulis : Rizal Jibro

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.