Dorinus Dasinapa, Tak Ingin Menang Karena ‘Menjelekan’ Lawan

Sotarduganews, Jakarta – Bupati Kabupaten Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa, AKS, S.Sos menyatakan akan kembali mencalonkan diri untuk melanjutkan kepemimpinannya di Pemilukada Serentak pada 09 Desember 2020 mendatang. Sebagai calon incumbent yang berpasangan dengan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sarmi dan Ketua Komisi B Jayapura, Andris Paris Yosafat Maay, SH, dirinya yakin berpeluang memenangkan pertarungan. Akan tetapi tidak ingin menang lewat cara tidak santun dengan menjelek-jelekan lawan atau melakukan proses pembusukan terhadap pribadi calon lain.

Dorinus Dasinapa, Bupati Mamberamo Raya tampak santai sejenak saat dijumpai Sotarduganews di penginapannya di kawasan Kramat Jakarta Pusat, Jumat (24/07/2020)

‘’Jika Tuhan menghendaki saya terpilih lagi menjadi bupati di periode kedua nanti, saya akan memperlihatka idealisme saya lewat pelayanan terhadap masyarakat. Tapi saya tidak ingin menang dengan cara menjelek-jelekan atau menghujat lawan-lawan saya’’, ungkap Dorinus kepada Sotarduganews di Jakarta, Jumat [24/07/2020] petang.

Menurut bupati mantan buruh bangunan ini, menjadi bupati harus menjadi pemimpin yang melayani, dan melayani dengan hati bukan dengan cara-cara feodal dan tangan besi. Artinya menjadi pemimpin [bupati], tidak cukup hanya memiliki segudang ilmu lewat pendidikan tertinggi sekalipun, tetapi terutama memiliki ‘hati’ untuk melihat dan melayani masyarakat. Sebab jika semua pemimpin memimpin dengan ‘hati’ maka sesungghnya membangun Papua itu hal kecil jika dibandingkan dengan kekayaan alam Papua yang terbukti mampu membiayai seluruh negeri ini.

Bakal Calon Bupati Kabupaten Mamberamo Raya 2020-2025, Dorinus Dasinapa, AKS, S. Sos dan Andris Paris Yosafat Maay, SH

‘’Membangun Papua itu sesungguhnya sangat kecil kalau dibandingkan dengan hasil kekayaaan alam Papua yang begitu luar biasa. Dan itu hanya bisa terjadi kalau semua pemimpin mempunyai ‘hati’ terhadap rakyat. Jadi bukan memimpin dengan ilmu tetapi dengan ‘hati’ menggunakan ilmu yang dimiliki untuk membangun dan melayani masyarakat’’, tegas anak Kepala Suku Barapasi ini.

Walau demikian, Dorinus pun sungguh menyadari bahwa kesiapan Sumber Daya Manusia [SDM] untuk membangun Papua umumnya dan Mamberamo Raya khususnya masih sangat jauh dari harapan. Untuk itu jika diijinkan Tuhan dirinya melanjutkan ke periode kedua maka peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utamanya. Karena hanya dengan cara demikian masyarakat mampu melihat diri, memahami keadaannya untuk menentukan langkah membangun diri dan masyarakatnya tanpa terus melihat ke depan dan tanpa henti mempersalahkan pihak lain, termasuk ‘mempersoalkan’ dana Otsus.

‘’Pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama agar kita mampu melihat diri terlebih dahulu ‘siapakah aku ini’ baru melihat ke depan atau kepada yang lain. Selama ini banyak kali kita hanya melihat ke depan dan mempersalahkan orang lain, ‘mempersoalkan’ dana Otsus sehingga tidak ada kekompakan dalam membangun’’, tutur Dorinus.

Sebagai bupati yang sedag memimpin yang siap melanjutkan ke periode kedua pada 2020-2025, mantan pegawai Dinas Sosial Provinsi Papua ini menyatakan masa depan Papua ada di Mamberamo. Untuk itu semua warga masyarakat Papua dan Mamberamo khususnya harus sungguh-sungguh disiapkan dan menyiapkan diri untuk bekerja sama membangun Papua dari Mamberamo. ‘’Freeport masa lalu, Mamberamo masa depan’’, katanya.

Ketika ditanya berapa partai yang siap mendukung pencalonan dirinya, beliau hanya menjawab semuanya masih dalam proses. Selain independen, belum ada satu pasangan calon pun mendaftar ke KPUD dengan syarat dukungan yang lengkap dari partai.

Penulis : bernad

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai