Dirut PT. Jaya Sampurna, Nalis Saprudin: Lebih Baik Dibongkar Semua

Sotarduganews, Depok – Polemik legalitsas Perumahan Grend Impresa Sawangan kian menarik saja, pasalnya, statement tidak terduga justru muncl dari Direktur Utama PT. Jaya Sampurna Nalis Saprudin, dia dengan tegas mengatakan, “ lebih baik dibongkar Perumahan Grend Impresa Sawangan”, jangan Cuma satu unit, tambah dia, sebaiknya semua unit dibongkar.

Hal ini dikatakan Nalis Saprudin Direktur Utama PT. Jaya Sampurna ke[ada media ini ketika ditemui di rumahnya di Bedahan Sawangan Depok, Kamis 8 Januari 2021, dikatakan Nalis “Saya sedang memperjuangkan hak hak saya dan penghuni (Grend Impresa Sawangan-red) yang ada disitu, tapi mereka (penghuni-red) kurang ajar sama saya, ya sudah itu kan  mau mereka, biarin dibongkar semua rumahnya.  tandas Nalis.

Lebih lanjut Nalis menjelaskan, nama Grend Impresa Sawangan itu bukan proyek saya, tapi proyeknya  Elly, Hanafi dan Lukman, dikatakan Nalis, dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) antara PT. Jaya Sampurna dengan Elly, Lukman dan Hanafi itu mereka  berkewajiban bayar kepada saya sebesar Rp. 3,8 milyard setiap bulannya, terang Nalis, oleh karna konsumen sudah banyak, sementara saya belum dibayar, setelah 11 (Sebelas) bulan baru saya dibayar 3,5 Milyard, satu bulan pun gak cukup, maka  saya undang mereka Elly Cs,saya kasih 3 alternatif, tambah Nalis, kalua mau lanjut, saya dibayar sesuai dengan PPJB, kedua, kerjasama, mau ada apapun ayo kita kerjasama, yang ke tiga, kalau tidak mau, ya sudah kita batalkan PPJB. Jelasnya.

Dikatakan Nalis, yang telah melakukan oneprestasi itu ELLy Cs, bukan saya, “kenapa saya yang dikejar”, ujar Nalis, maka saya ambil alih dong, kata dia, kalau saya dibayar sesuai dengan PPJB, saya tidak akan ambil alih dong, lebih lanjut Nalis, maka saya kumpulkan, kosumen, ELLY Cs, di kantor Notaris, disitu saya minta agar para penghuni membayar cicilan rumahnya, namun mereka (Konsumen-red) bilang merka mau bayar, tapi harus melalui rekening perusahaan, setelah saya buka rekening perusahaan, sempat beberapa orang  bayar sebsar RP. 178 juta, tapi sudah 3 tahun pembayaran cicilan distop oleh konsumen, alasannya karna ada sengketa, bahkan rekening perusahaan saya akhirnya ditutup karna tidak ada uang yang masuk. tegasnya.

“Sekarang mereka (konsumen-red) yang  bikin rame, ya sudah terima resikonya, saya malah senang, rumahnya dibngkar semua”, tandas Nalis, ditambahkannya, saya sudah 2 (dua) kali dipanggil sama DPMPPTSP (Dinas Penanaman Modal &  Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu), saya tidak mau datang, bahkan sudah disidak oleh Anggota DPRD, saya malah senang, biar dibongkar semua rumahnya, “ Mereka (konsumen-red) yang kurang ajar sama saya, maka terima resikonya”, pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Pengaduan DPMPPTSP, Rachman, ketika ditemui media ini, Senin, 11 Januari 2021 di kantornya membenarkan, bahwa pihaknya telah melayangkan Surat Pangglan terhadap PT. Jaya Sampurna.

Penulis : Vincent

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.