Diduga Pungli, Dua Oknum Petugas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Simpang Empat Asahan Kutip 100 Ribu Pembuatan KTP

Sotarduganews, Asahan — Seakan tidak takut dengan hukum, dua orang oknum petugas pelayanan Administrasi terpadu kecamatan simpang empat Asahan empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, melakukan pengutipan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada masyarakat yang dibandrol dengan besaran 100 Ribu rupiah per KTP.

Hal tersebut atas laporan Melati (21) salah seorang warga Sei Dua Hulu, Kabupaten Asahan,kepada wartawan .Selasa (11/8/2020).

“Semalam saya ngurus KTP bersama dua orang rekan saya Muklis dan Yunus di kantor camat kami simpang empat,jadi pertama waktu kami tiga orang buat KTP, petugasnya bilang kalau mau cepat siap KTP-nya harus bayar 100 ribu, jadi karena kami tidak punya uang tiga ratus ribu, jadi petugasnya minta uang panjar, kami kasi la dulu uang panjar nya saya 30.000 ribu karena ketepatan uang saya hanya segitu, Mukhlis 30.000 ribu dan rekan saya satu lagi Yunus 50.000 ribu, jadi kekurangan nya pas KTP kami siap,

Tadi pas kami ambil KTP-nya sudah siap mereka minta sisa nya, kami bayar la 190 Ribu lagi”. ungkapnya.

Dikatakannya lagi saya juga sangat kecewa atas petugas pelayanan Administrasi terpadu kecamatan simpang empat kabupaten asahan yang meminta uang kepada saya 100 ribu Per-KTP, yang saya ketahui pembuatan KTP Tidak bayar bang,” pungkasnya.

Menindak lanjuti laporan tersebut, beberapa wartawan melakukan konfirmasi langsung dengan mendatangi pelayanan administrasi terpadu kecamatan simpang empat kabupaten Asahan
tersebut.

Amatan wartawan pada saat di kantor camat tersebut dua oknum petugas pelayanan administrasi terpadu kecamatan simpang empat tersebut terkesan ketakutan, saat ditanyai salah satu oknum petugas pelayanan administrasi terpadu kecamatan Simpang empat bernama Arief membenarkan perbuatan mereka yang melakukan pengutipan uang sebesar 100 Ribu rupiah untuk pembuatan KTP dengan dalih untuk biaya makan dan transport petugas.

“Iya bang, uang itu untuk uang makan kami dan uang transport kami mengurus ke kantor catatan sipil asahan bang”. terangnya.

Saat di tanyai tentang pungutan liar (Pungli) yang mereka lakukan apakah diketahui Armansyah Camat simpang empat, “tidak bang, camat kami tidak mengetahui hal ini”katanya.

Sementara itu Armansyah Camat Simpang empat saat di konfirmasi beberapa Wartawan, melalui via telpon genggam nya terkejut akan hal tersebut.

“Astagfirullah al’azim, saya tidak mengetahui hal pengutipan yang mereka lakukan, nanti kita jumpa langsung bang”, singkatnya sambil menutup telpon.

Penulis : gani

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.