Diduga Lakukan Pungli Pembuatan KTP PK PMII UNA Minta Kadis Disdukcapil dan Camat Dicopot

Sotarduganews, Asahan — Terkait ada nya dugaan pungli, yang terjadi di pelayanan Administrasi terpadu kecamatan simpang empat kabupaten Asahan, Komusariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Asahan (PMII UNA) Dicky Erianda yang sering disapa Nanda Erlangga menyayangkan jika adanya pungli di Kabupaten Asahan, Jumat (14/08/2020)

Hal tersebut membuktikan bahwa kabupaten Asahan sedang tidak bersih dimana itu merupakan tindakan korupsi yang diduga disengaja oleh dua orang oknum petugas pelayanan Administrasi terpadu kecamatan simpang empat Asahan empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, melakukan pengutipan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada masyarakat yang di bandrol dengan besaran 100 Ribu rupiah per KTP.

“Kepala Disdukcapil Asahan harus bertanggung jawab persoalan ini, harus memecat oknum nakal yang mengutip uang rakyat jika kadis tidak berani memecat oknum tersebut maka perbuatan pungli itu merupakan perintah dari pimpinan,”ungkap aktifis Muda yang kuliah di UNA.

Pria berkulit hitam manis berbadan tinggi ini juga menyayangkan birokrasi di Disdukcapil Asahan sangat bobrok dimana pelayanan juga dinilai lambat sesuai hasil pantauan lapangan bahwa masyarakat juga masih ada yang sulit mendapatkan KTP seperti warga daerag plosok Asahan sana yang berkeinginan memiliki KTP atau kartu identitas diri. Namun hal tersebut didapatkan secara mudah dengan cara membayar sedangkan aturan tidak ada mengatur dengan mengutio uang masyarakat.

Kita Meminta kepada bupati Asahan bapak H. Surya, B.Sc agar segera mengevaluasi kinerja Kadis Disdukcapil dan Camat simpang empat kali bisa dicopot yang kita duga bersikongkol dengan dua orang oknum yang diduga melakukan pungli dibandrol 100 ribu pengurusan per KTP.

“Itu namanya pungli, ini sudah menyusahkan masyarakat, jika masalah ini tidak selesai kami kami akan lakukan aksi demo dan membawa masyarakat asahan yang belum memilki ktp atau dipersulit dalam kepengurusan ktp”tegasnya.

Asahan bersih berawal dari hal kecil, jika pungli masih berlaku di Bumi rambate rate raya maka yang ada Asahan menjadi daerah korupsi,” pungkasnya.

Penulis : gani

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.