Dampak Virus Corona, Pendapatan Warung Kopi dan Caffe di Bireuen Merosot

Sotarduganews, Bireuen — Sejak merebak ancaman virus corona atau covid-19, berdampak terhadap pendapatan Warung Kopi dan Caffe, baik Kota dan Gampong dalam kawasan Kabupaten Bireuen, warga masyarakat merasa ketakutan berlama lama ditempat umum.

Hal ini sebagaimana pantauan media ini, Kamis Malam (19/04/20), pada sejumlah Warung Kopi dan Caffe di Gampong dan kota, pada biasanya mulai pagi sampai malam penuh sesak warga masyarakat dari kalangan rakyat biasa sampai para pejabat, duduk berkelompok minum kopi berbagai jenis makanan ringan.

Tetapi sejak merebak virus corona dan himbauan Pemerintah Provinsi Aceh, agar warga masyarakat untuk membatasi kumpul ramai ramai pada acara tertentu, termasuk warung makan, warung kopi dan Caffe, mulai pengaruh pendapatan mareka.

Sebab warga sudah membatasi hal ini, sebagai mana dijelaskan sejumlah pemilik warung kopi dan caffe, merasa takut keluar pada malam hari untuk minum kopi, apalagi di Caffe, sebab tamu atau orang tidak dikenal salih berganti datang, apalagi cafee yang dekat lokasi jalan raya lintasan Medan – Banda Aceh.

Juga lintasan jalan nasional Bireuen Takengon, banyak tamu singgah yang datang dari arah tersebut, istirahat menikmati minum kopi dan makanan khas Bireuen, ancaman virus corona  semakin menakutkan warga masyarakat dari orang  tidak kita kenal, begitu pula warung kopi di Gampong pada pukul 22,00 wib, kebanyakan sudah tutup, sepi pengunjung.

“Sebelum merebak virus ini, pukul 01:00. Wib masih buka, dan sebagian besar caffe dilokasi kota, pengunjung mulai menurun, warga masyarakat lebih betah berdiam diri, untuk hindari covid 19 ini dan benar pendapatan jualan kopi merosot tajam”, ujar Zainuddin, salah seorang pengusaha warung kopi di Kota Matanggeulumpang  dua  Kabupaten Bireuen, yang dikonfirmasi  oleh media ini

“Ancaman virus corona ini, berdampak merosot ekonomi semua bidang, bahkan  home industri rumah tangga, tidak bisa jualan tidak ada lagi keramaian?, Siapa yang beli, kami pedagang makan ringan pakai sepeda motor dan becak, pindah lokasi dimana ada keramaian baik siang hari maupun malam, tambah Ali Mustafa, pedagang es cream.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.