DAK Yang Mengalir di SMP Dharma Petiwi Depok Disoal ?

Sotarduganews, Depok — Pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) yang digelontorkan oleh Kementrian Keuangan setiap tahun untuk Pendidikan guna untuk menunjang pendidikan di Indonesia agar menjadi lebih berkualitas, khusus nya untuk pembangunan Sarana dan Prasarana (Sarpras) termasuk untuk pembangunan Ruang Kelas Baru patut mendapat kontrol yang lebih mendalam baik dari Masyarakat maupun LSM dan yang terkait lain, pasal nya menurut sejumlah narasumber DAK swakelola yang dana nya langsung ke Rekening sekolah tersebut, dalam penggunaan nya banyak yang tidak sesuai dengan aturan yang sudah di tetapkan, dan kuat dugaan dana itu tak sedikit yang ”tumpah“ lantaran kurang nya kontrol dari instansi terkait. demikian kata sejumlah narasumber kepada Media ini.

Lebih jauh dikatakan sumber, SMP Dharma Pertiwi, milik Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Mutahdin yang berlokasi di Jl. Raya Cipayung itu, Pada tahun Anggaran 2019 menerima kucuran DAK untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), namun pada kegiatan pembangunan nya tahun 2019 SMP tersebut tidak melakukan kegiatan pembangunan RKB untuk SMP, yang ada masih kata sumber , tahun anggaran 2019, SMP YPI Al Mutahdin hanya membangun RKB untuk Sekolah Dasar ?. Hal senada juga di katakan sumber lain, bahwa sekolah tidak membangun bangunan lokal untuk SMP, RKB yang sedang di bangun sekarang untuk bangunan gedung SD yang akan datang terang sumber itu.

Ditempat terpisah terkait ada nya ”dugaan” penyalah gunaan DAK tersebut, Andy selaku kepala sekolah SMP setempat dengan tegas dia membantah tudingan itu, dia mengatakan DAK yang di terima oleh sekolah pihak nya sudah melakukan sesuai dengan peruntukannya, Andi juga mengajak Tim Wartawan untuk menunjuk gedung yang menurutnya baru dibangun tahun 2019. Namun sumber membantah dan mengatakan bangunan RKB itu dibangun tahun 2018, bukan 2019, ujar salah satu tukang bangunan ketika ditemui Tim Wartawan saat sedang memasang kusen.hal senada juga dikatakan sumber lain, Ruangan yang dikatakan Kepala Sekolah itu adalah untuk Lapangan Badminton, bukan untuk kelas. Terang nya.

Ditempat terpisah Tarno selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan kota Depok, ketika ditemui di ruang kerjanya, dengan singkat dia mengatakan, kalau memang ada dugaan penyalah gunaan DAK di SMP itu, baik nya di lihat lebih mendalam agar lebih jelas, kata Tarno dan bila pelanggaran itu ada menjadi tanggung jawab Kepsek, fasilitator dan Ketua P2S, bendahara dan Sekretasis tegas Tarno singkat.

Penulis : Vincent

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.