Bupati Morotai Boyong Tim Data Demi Tindak Lanjut Arahan Mensos Terkait Tambah Kuota BST Gelombang II

Sotarduganews, Morotai — Tidak semua kebijakan sukses dalam implementasi. Keputusan strategis itu kadang terdistrorsi di street level birokrasi. Itulah sebabnya, Bupati Pulau Morotai Benny Laos setelah bertemu Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara, Ia kembali turun gunung menemui Pejabat Eselon I dan eselon II di Kemensos. Agar lebih cepat, Benny Laos bahkan memboyong Tim Data Dinas Sosial.

Tujuannya, kata kabag Humas Ailan Goraahe kepada media ini bahwa “Bupati ingin memastikan usulannya terimplementasi dengan baik. Karena kebijakan kadang sudah oke di level pimpinan, adakalanya terdistorsi di street level birokrasi”.

Untuk diketahui, satu hari sebelumnya, Bupati Benny Laos mengadap Mensos mengusulkan perubahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta mengusulkan penambahan kuota BST.

Masih menurut Kabag Humas, “Usulan Bupati soal perubahan data penerima manfaat BST telah disetujui Mensos. Mensos juga setuju tambah kuota BST. Akan ada BST Gelombang ke II mulai Agustus sampai Desember. Usulan yang disetujui, setiap penerima manfaat akan mendapat 300 ribu rupiah setiap barcode–mulai Agustus hingga Desember”.

Berdasarkan keteragan resmi Humas Morotai, saat ini Bupati Morotai memboyong TIM data Dinsos untuk rapat teknis dengan Dirjen Penanganan Fakir Miskin dan Direktur Wilayah III Ditjen PFM Kemsos.

“Tim data itu akan bersama-sama dengan Tim Kemensos menindaklanjuti arahan bapak menteri dalam rangka perubahan dan penambahan data DTKS untuk mendapatkan BST gelombang ke II”. Pungkasnya.

Dalam rilis sebelumnya, Pemda Morotai telah menyampaikan bahwa saat ini di Morotai telah berjalan penyaluran BST hingga tiga tahap. Namun masih terdapat peroblem data. Karena data DTKS yang menjadi satu-satunya data masih memuat orang yang sudah pindah, meninggal, penduduk yang telah diangkat menjadi ASN, bahkan ada anggota DPRD yang masuk DTKS.

“Setelah pertemuan dengan Dirjen PFM dan Direktur Wilayah III, mudah-mudahan perubahan data dan penambahan kuota itu bisa segera direalisasikan. Sehingga penyaluran BST Gelombang II bisa secepatnya dilaksanakan dan tidak menimbulkan masalah”. Tutup Ailan.

Penulis : Oje

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.