Benarkah Ada Kesalahan Prosedur Dalam Penahanan AKJ di Penyidik Polres Metro Depok?

Sotarduganews, Depok — masih ingat dengan kasus Nenek Arpa buta huruf di bohongi tatangganya, di beli tanah nya seluas 103 dengan harga 300 ribu.

AKJ Abdul Kodir Jaelani Anak tiri Almarhum Habib Hasan tak terima dengan tudingan kasus dugaan penipuan yang menimpanya. Kabar yang beredar di beberapa media pada wktu lalu, menyebut Abdul Kodir ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan.

Namun hal ini langsung ditepis nya. ” Mungkin saya bukan termasuk manusia yang terbaik, tapi Saya Bukan Penipu,” ujar Abdul dalam pesan singkat, Senin 17 Januari 2020.

“Ini kan persoalan jual beli rumah dan tanah yang sudah lama selesai dengan baik antara almarhum ayah tiri saya dengan bu Arpa sebagai penjual, sudah sama-sama sepakat dan punya bukti yang sah berupa kwitansi asli yang di tanda tangani langsung oleh pak Haji Harun adik bu Arpa dan Cap Jempol Asli Bu Arpa.”

Abdul Kodir Jaelanii, kenapa saya harus di tahan, Tak terima dengan semua tuduhan itu, Abdul menceritakan pembelian tanah tersebut pada awal tahun 2011 itu saya sedang kuliah di Hadramaut Yaman.

” Dan kalau memang Bu Arpa dan adik nya haji Harun merasa di tipu atau belum di bayar kenapa tidak pertanyakan saat Almarhum Habib Hasan masih hidup,” ungkap Abdul.

Ayah satu anak ini juga menjelaskan bentuk jual beli dengan Bu Arpa itu sudah tertulis jelas di atas kertas kwitansi sah bermaterai cukup dan di tanda tangani Pa Haji Harun dan cap jempol langsung dari Bu Arpa sebagai penerima uang.


“Setelah Empat tahun berlalu dan atas permintaan Habib Hasan, kata Dia, untuk di proses balik nama ke nama istri nya yang bernama Iis Rufaidah, dan saat itu Habib Hasan sempat terkejut karena dalam proses tersebut ada pemecahan sertivikat, satu luas 196 atas nama Iis Rufaidah dan satu nya 103 atas nama Bu Arpa, yang seharusnya hanya balik nama dari luas total 299 atas nama Iis Rufaidah saja,

Karena itulah pada tahun 2016 saya balik nama ke nama saya dan atas saran dan permintaan ayah saya, tambahnya lagi,”

Kenapa saya di tahan…?

Dan AKJ minta segera di bebaskan dari penjara dan tidak ada lagi tudingan terkait penipuan yang tidak dilakukannya itu.

” Coba telaah dan pelajari dengan nurani yang baik, dimana letak menipunya bagaimna? Semua harus di lihat dengan bukti bukti yang lengkap dan sah menurut hukum yang berlaku, bukan sepihak dan atas viral nya berita saja.,”

Pihak Polres dan Kejaksaan harus buka mata dan buka hati, pungkasnya.

Penulis : NM

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.