Andar GACD : SBY Laporkan Firman Salah Kaprah, Polri Yang Profesional Harus Hentikan Pemeriksaan

SotardugaNews, JAKARTA – Direktur Eksekutif Goverment Againts Corruption & Discrimination (GACD), Andar Situmorang, SH menyatakan bahwa laporan SBY kepada Mabes Polri adalah laporan salah kaprah laporan non profesional .penyidik polri harus hentikan penyidikan perkara laporan salah kaprah demikian. Hal itu dikatakan Andar, terkait dilaporkannya Firman Wijaya oleh SBY atas dugaan pencemaran nama baik.

Andar menjelaskan, apa yang disampaikan Firman Wijaya dalam ruang persidangan adalah sah tidak bisa dicampuri orang luar, Firman bertindak untuk dan atas nama kliennya Setya Novanto. Selain itu, yang disampaikan Firman adalah fakta persidangan dan didalam ruang persidangan.dan tidak dilarang majelis hakim tuh

“Sepanjang tidak dilarang Majelis hakim dalam persidangan hal itu adalah Sah. disampaikan, kecuali diluar persidangan. Karena yang berhak dalam persidangan itu sepenuhnya adalah Majelis Hakim”, ungkapnya kepada transparannews, Rabu, (7/2).

Terkait pernyataan Polri akan menindak lanjuti laporan tersebut secara profesional .maka Polri harus menghentikan penyidikan laporan SBY tsb karena apa yang disampaikan Firman atas nama kliennya didalam ruang persidangan adalah sah .tidakbisa di interfensi oleh siapa pun di NKRI ini

Sebelumnya, Firman Wijaya menyebut bahwa fakta persidangan berupa keterangan saksi telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Berdasarkan keterangan saksi, menurut Firman, proyek e-KTP dikuasai oleh pemenang pemilu pada 2009, yakni Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono. itu adalah sah .diperkenankan majelis hakim pula.

Adapun, saksi yang dimaksud Firman adalah mantan politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir.

Atas pernyataan tersebut, SBY melaporkan pengacara mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Firman Wijaya, atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan SBY diterima Bareskrim Polri dengan Laporan Polisi Nomor LP/187/II/2018/Bareskrim tertanggal 6 Februari 2018.

Firman Wijaya dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 310-311 juncto Pasal 27 (3) Undang-Undang ITE tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.