Andar GACD: Berapa PT. Torganda “Suap” Menteri Siti Nurbaya, Tidak Sita Register 40 Luas 47.000 Ha di Tap-Sel ?

Sotarduganews, Jakarta — Direktur Eksecutive Lembaga anti rasuah GACD, (Goverment Asociation Coruption & Discrimination) Andar Situmorang mempertanyakan keseriusan Negara dalam hal ini KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) terkait lahan seluas 47 ribu Hektare yang berada di Padang Lawas Tapanuli Selatan Sumatera Utara, dimana diketahui sampai dengan saat berita ini ditayangkan belum dieksekusi atau disita untuk negara.

Lahan tersebut diketahui dikuasai oleh Darianus Lungguk Sitorus (Alm) sebelum MA memutuskan kelapa sawit dan seluruh aset tersebut dikembalikan untuk Negara, KPK sendiri juga pada tahun 2018 telah memyetujui atau memberi syarat kepada Menteri Lingkugan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya untuk menyita tanah Register 40 atau tanah Perhutani dan atau tanah rakyat di Tapanuli Selatan tersebut seluas 47 ribu hektare,

Bahkan pada tanggal 19 Pebruari 2018, Menteri LHK Siti Nurbaya sesuai dengan keterangannya kepada salah satu media menyatakan, pihaknya sedang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengambil alih aset negara yang sampai sekarang masih dikuasai oleh keluarga DL Sitorus. Siti Nurbaya juga menargetkan KLHK dapat mengeksekusi lahan milik DL Sitorus sebelum pertengahan tahun 2018. “KLHK sudah bisa berlanjut kepada langkah-langkah berikut untuk penyelamatan aset negara berupa kawasan hutan produksi yang sekarang ditanami sawit seluas 47 ribu hektare,” kata dia saat itu.

“Berapa KPK dan Siti Nurbaya disuap oleh Sihar Sitorus (Dirut PT. Torus Ganda) hal ini dikatakan Andar Situmorang saat dihubungi media ini, seperti diketahui Sihar Sitorus adalah Putra dari DL Sitorus (ALm) dan juga saat ini Anggota DPR-RI dari PDIP.

Lebih lanjut Andar mengatakan, kenapa Menteri ATR/BPN diam saja terkait terbitnya 7000 Sertipikat Hak Milik palsu atau fiktif yang dikeluarkan BPN Tapanuli Selatan, saat ini dikuasai oleh PT. Torus Ganda. tandas Andar. 7000 ribu Sertipikat tersebut, kata Andar, digaikan oleh DL Sitorus ke Bank, ujarnya, hal tersebutlah, lanjut Andar, kemudian mendasari saya untuk melaporkan ke KPK Bareskrim serta Polda Sumatera Utara. tegas Adar.

Dikatakan Andar, PT. Torus Ganda ini sendiri juga termasuk salah satu perusahaan pengempang dana BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) sebesar 231 Milyar Rupiah, lebih jauh Andar juga meminta agar Presiden Jokowi agar memperhatikan dan mengetahui kasus yang merugikan negara ini.

Penulis : Redaksi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.