Andar: Ada Konspirasi Jahat Ketua KPK, Panglima TNI dan KASAU Dalam Kasus Heli AW 101

Jakarta, SotardugaNews – Direktur GAC&D, Andar M Situmorang secara tegas menyatakan ada konspirasi jahat untuk ciptakan kegaduhan dan tuduhan korupsi dalam kasus pengadaan Heli AW 101 seharga 738 Miliar.

Menurutnya diawali Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto. Sertijab 20 Januari 2017 lalu sertijab dengan Agus Supriatna, selanjutnya Hadi dalam stetamen di beberapa media pada tanggal 07 dan 17 Februari lalu, secara tegas mengakui dan menyatakan bahwa pengadaan Heli AW 101 sesuai prosudur serya tidak rugikan negara.

“Kegaduhan ini diawali  tanggal 26 mei di KPK mereka (Ketua KPK, Panglima TNI, dan Kasau) salam kommando sukses prescon di KPK yakni nekad menyebut nama-nama tersangka, dari unsur militer dan sipil perkara koneksitas,” tegas Andar saat ditemui di lapangan halim Sabtu (19/8).

Kata Andar tanggal 23 Maret 2017, tanpa prosudur KPK meminta diblokir rekening no 0496548213 an PT. Diratama Jaya Mandiri.anehnya KPK baru  tanggal 13 Juni  menetapkan Tersangkakan Irfan Kurnia Saleh. “Keanehan ini bukti akal-akalan. konsfirasi jahat ciptakan kegaduhan,” kata Andar.

Andar juga mengungkapkan kejanggalan lain dalam proses perkara tersebut yakni kasus tersebut baru ada dilaporkan pada 13 Juni 2017. “Makanya saya bilang itu konsfirasi jahat merampok uang di blokir di pimpin Ketua KPK permintaan Gatot (Panglima TNI), karena laporan baru 13 Juni 2017 dan Sprindik pada 16 Juni 2017,” ungkap Andar. “Aneh bukti penegak hukum KPK mau menegakan hukum dengan melawan hukum dan melipat lipat uang blokir,” tambahnya.

Lalu, ditambahkannya bahwa pada 24 juli 2017 lalu baru ada permintaan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menerbitkan surat tugas untuk melakukan Audit helikopter TNI AU. sementara saat Prescon di KPK, diakui kerugian negara sejumlah 220 miliyar sesuai hasil audit BPK dasar penyidikan pekara .

“Untuk itu Andar memohon Presiden segera menjelaskan terkait penghitungan kerugian negara 220 milyar diakui Gatot Nurmantio. karena hal telah menjadi penyebab polemik dan kegaduhan,” berkepanjangan pintanya.

Menyusul  permohonan 3 tersangka kepada Presiden agar memerintahkan Ketua KPK, Panglima TNI, Dan Pom TNI dan Kasau untuk menahan diri dalam menangani kasus pengadaan Heli AW 101 tersebut.

“Seharusnya mereka menahan diri . sebelum ada hasil dari penyelidikan laporan Andar di bareskrim polri menuntut kejahatan jabatan Kasau melanggar sumpah jabatan dan ingkari statementnya Februari lalu,” ucapnya.

“Maka dimohon berkenannya PRESIDEN RI. turun tangan Memerintahkan semua pihak menahan diri hingga dibentuk  tim gabungan memeriksa perkara dan motivasi kegaduhan Pengadaan heli AW 101. melibatkan Perusahaan pengadaan dan pihak Panglima TNI. Dan POM TNI dan KPK menciptakan 4 perkara Tipikor Heli AW 101 berupa 4 Laporan Polisi Tipikor diluar ketentuan UU KUHAP cacat hukum perkaranya  batal demi hukum. nama baik tersangka direhabilitasi an.Marsema TNI AU FAKCRI ADAM dan MARSEKAL MUDA SUPRIYANTO BASUKI .dan IRFAN KURNIA SALEH dan batal blokir rekening dicabut,” tandasnya.

(Eky)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.