Ahli Waris Toan Pertanyakan Sikap Panitera Pengganti PN Jakarta Barat

Sotarduganews, Jakarta — Kasus sengketa tanah antara ahli waris melawan PT. AMPI telah bergulir di Pengadilan Jakarta Barat sejak bulan Oktober 2019 hingga di putuskan oleh Majelis Hakim pada tanggal 8 Januari 2019, dalam putusannya Majelis Hakim menolak gugatan Penggugat seluruhnya.

Pihak Pengugat, terdiri dari lima keluarga ahli waris di antaranya Sarih bin Toan, Misih bin Toan, Saman bin Toan, Nemun bin Toan dan Samin bin Toan melawan PT. AMPI. Tanah yang di sengketakan terletak di daerah Kembangan Selatan itu seluas 9.730 m2.

“Tanah tersebut pernah dikuasai fisiknya oleh keluarga ahli waris dengan cara di pagar sekitar satu tahun namun oleh Walikota Jakarta Barat sekitar tahun 2002 ditertibkan karena di anggap pemagaran oleh ahli waris merusak pemandangan,” tutur salah satu anak ahli waris kepada awak media.

Anak alih waris juga menunjukkan beberapa data kepada awak media, termasuk gugatan ahli waris di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, seperti putusan Pengadilan Agama nomor 2363/pdt.g/2019/pa.jb, keterangan dari Kelurahan Kembangan Selatan No. surat KL Selatan 6701.1.711.01 hal mengenai penjelasan girik C 374 persil 147 S III tercatat di buku letter C Kelurahan Kembangan Selatan a/n Senan bin Djago surat Kelurahan Kembangan tercatat tanggal 25 Agustus 2016, girik No 374 S III atas nama Senan bin Djago.

Di dalam Putusan Pengadilan Agama tersebut memutuskan bahwa Senan Bin Djago semasa hidupnya memiliki 2 anak yaitu Toan bin Senan dan Mahani Binti Senan. Sehingga menurut hukum, apabila terjadi jual beli tanah kepada PT. AMPI harus melibatkan Mahani Binti Toan. Akan tetapi di persidangan, PT. AMPI menyerahkan bukti surat salah satunya Surat Pelepasan Hak dimana di dalam SPH tersebut tertera hanya nama TOAN BIN SENAN, tanpa ada nama MAHANI BINTI SENAN. Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka para alih waris dari Almarhumah MAHANI BINTI SENAN dan almarhum TOAN BIN SENAN mengajukan gugatan perdata melawan PT. AMPI yang menguasai lahan tersebut. Selain PT. AMPI, turut tergugat I (satu) adalah kepala BPN Jakarta Barat dan turut tergugat II (dua) adalah Kepala BPN DKI jakarta. Gugatan tersebut terdaftar dengan No. perkara 132/pdt/2019/pn Jakarta Barat.

Setelah sidang berjalan kurang lebih 3 bulan, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam perkara tersebut memberikan keputusannya pada tanggal 8 Januari 2020 yang isinya menolak gugatan para pengugat. Akhirnya sebagai pihak yang dirugikan Ahli Waris menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Menurut cerita ahli waris, mereka sudah berulang kali mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk meminta salinan resmi putusan kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang bernama Teddy, SH, akan tetapi selalu dijawab oleh Teddy, SH, bahwa salinan Putusan belum bisa diambil, karena sedang dikerjakan, sehingga belum selesai diketik. Terakhir tanggal 22 Januari 2020 anak ahli waris kembali menemui Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat tersebut untuk meminta salinan putusan, namun lagi- lagi Teddy, SH. menjawab putusan dimaksud sedang dikerjakan, dan insya allah bisa selesai dalam bulan Januari 2020. Hal ini dianggap cukup membingungkan keluarga alih waris dan bertanya tanya kenapa surat Salinan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat sangat lama jadinya.

Keluarga ahli waris berharap surat salinan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat cepat selesai hingga mereka bisa mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Semoga Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Barat bisa meminta Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Bapak Teddy, SH, untuk segera menyelesaikan surat salinan keputusan hingga tidak menimbulkan keresahan di keluarga ahli waris Senan Bin Djago. harap ahli Waris.

Penulis : HH

Editor : Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.