Nenek Arpah Sakit Setelah Disumpah, Majelis Hakim Tunda Sidang

Sotarduganews, Depok — Sidang lanjutan kasus penipuan tanah yang merugikan nenek Arpah, dengan Nomor perkara No.38/Pid.B/2020/Pn.Dpk. kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Depok, komplek perkantoran Kota Kembang, Cilodong pada Senin(3/2/20) dengan agenda menghadirkan 5 orang saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU)

” Sidang hari ini agendanya pemeriksaan saksi saksi dari JPU sebanyakn 5 orang saksi. Namun karena saksi pemohon saat di mintai keterangan terlihat kurang sehat setelah disumpah, maka pihak Majelis Hakim bersepakat menunda persidangan sampai dengan hari Rabu (6/2/20) hingga kondisi saksi stabil”, ujar kuasa hukum terdakwa.

Lanjut Kuasa Hukum Terdakwa, bahwasannya pihak kami sangat optimis, dan insya Allah akan bisa memenangkan kasus ini. Karena selain kami mempunyai saksi saksi juga bukti bukti yg otentik, Ujarnya .

Lebih jauh di jelaskannya, pada awalnya kasus ini adalah kasus perdata yakni akte jual beli sebidang tanah seluas 299 M2 pada tahun 2011 lalu. Tanah tersebut sudah di beli oleh almarhum Habib Hasan Al-Badry, yaitu orang tua dari klien kami ( Abdul Kodar Jaelani) sebesar Rp. 315 juta, dengan di lakukan pembayarannya sebanyak 2 tahap yakni, tahap pertama di bayar secara tunai sebesar Rp. 215 juta pada tanggal 2 februari 2011, dan tahap kedua di lakukan pembayaran secara di cicil sebesar Rp. 100 juta. Jadi total keseluruhan sebesar Rp. 315 juta berkuitansi dengan cap jempol, jelas kuasa hukum terdakwa.

” Untuk kedepannya pihak kami akan mengajukan permohonan tahanan luar, karena di dalam surat dakwaan, klien kami di kenakan pasal penipuan dan penggelapan, yakni pasal 372 dan 378 yang mana isinya di kenakan sanksi kurungan penjara selama 4 tahun. Padahal untuk syarat menahan terdakwa adalah maksimal hukuman 5 tahun, jadi menurut kami ini tidak masuk akal jika klien kami di tahan”. Tegasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, ibu terdakwa mengatakan, saya sendiri beserta almarhum suami yg membeli tanah tersebut dan itu ada bukti2 kuitansinya, ucapnya.

Sedangkan istri terdakwa dengan beruraian air mata mengatakan, meminta keadilan untuk suaminya dan meminta suaminya untuk di bebaskan dari hukuman, karena suaminya tidak bersalah, tegasnya.

Pada sidang sebelumnya, yang di pimpin oleh ketua hakim M. Iqbal dan hakim anggota yakni, Nugraha dan forci. Terdakwa Abdul Kodir Jaelani di dakwa oleh JPU yg di pimpin Kasi Pidum Kejari Depok, Arief Syafriyanto dengan beranggotakan Hengki Charles dan Alfa Dera, dengan dakwaan melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp. 100 juta terhadap korban Nenek Arpah.

Penulis : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.