Air Mata Sudah Habis, Memperjuangkan Nasib Nelayan Aceh-Sumut Ditangkap di Andaman

Sotarduganews, Bireuen — Wakil Ketua Perkumpulan Swadaya Masyarakat (PSM) Rantau Melayu Sumatera Utara Marwan Lubis, sudah habis tenaga dan air mata, memperjuangkan nasib nelayan Aceh-Belawan Medan Sumatera Utara, yang tertangkap di Kepulauan Andaman Negara India,delapan bulan lalu.

Perjuangannya tanpa pamrih ini, sebagai mana kesetiaan empat pekerja sosial dari kelompok Perkumpulan Swadaya Masyarakat Rantau Melayu Sumatera Utara, sejak Kamis sampai Sabtu (04/05/09) terjun ke Bireuen, untuk menyelesaikan soal nasib manusia perahu ini.

Yang terdampar di Kepulauan Andaman Negara India, sekitar 69 orang Aceh-Belawan Medan Sumatera Utara, termasuk tujuh warga nelayan Gampong Kuala Raja Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen dan delapan orang suku Melayu warga nelayan Belawan Medan Sumatera Utara.

Sudah delapan bulan ditangkap di negara Hemamalini, akibat rusak bout mareka sedang tangkap ikan di Laut Selat Malaka, tanpa adanya kepedulian penguasa negara tercinta ini, padahal Duta Besar Republik Indonesia berkuasa penuh di India, seharusnya bisa membantu mareka bersama beberapa instansi terkait baik di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara,ujar Marwan Lubis.

Ketidak pedulian negara kepada warganya, mareka ini secara sigap untuk bisa pulang saudara kita yang cukup menderita ditangkap sudah menjalani hukuman badan di penjara Andaman India, termasuk Ketua DPP PSM Rantau Melayu Zubir Amir Bin Amir Abdullah, terpaksa Wakil Ketua PSM Rantau Melayu Sumatera Utara Marwan Lubis, bersama Humasy Sulais Taufik dan Herman, Juga Rahmad Hidayat.

Sampai ke Bireuen Aceh,untuk memperjuangkan nasib 69 orang Aceh dan Melayu terduduk lesu memikirkan nasib keluarganya,di Andaman itu,karena sudah delapan bulan, keluarganya di Indonesia tidak bisa lagi menangis sudah habis air mata, bagaimana memikirkan saudara kita bisa pulang ke Bireuen Aceh dan Belawan Medan Sumatera Utara,tambah Sulais.

Oleh sebab itu awak bout “Selat Malaka dan Sinar Desa” Kuala Raja bersama bout  “Rantau Melayu” dan “Tuah Melayu”, awak tujuh orang warga nelayan Kuala Raja Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen dan delapan orang nelayan Kampung Belawan Medan Sumatera Utara, dari 69 orang bangsa Indonesia, penuh sabar dan berharap, Pemerintah Republik Indonesia bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara termasuk Bupati Bireuen Muzakkar A Gani.

Dapat meluangkan waktu untuk membela rakyatnya, bisa bawa pulang untuk berkumpul bersama keluarga, tercinta sudah habis air mata, memikirkan nasibnya tanpa ada negara peduli mareka, untung ada Pekerja sosial ini,datang ke Bireuen, ujar Azhari Ujong Blang mewakili Pawang Laot Kuala Raja Muhammad Nasir Usman.

Kesetiaan mareka kepada warga Kuala Raja Bireuen bersama nelayan Belawan Medan Sumatera ini tidak bisa kita nilai dengan materi yang jelas Sebut Azhari Ujong Blang,warga masyarakat pada dua Gampong Kuala Raja dan Ujong Blang dan tujuh keluarga cukup berterima kasih, sudah susah payah membebaskan saudaranya itu, walaupun tidak bisa berbuat lebih banyak, kepedulian mareka luar biasa.

Kenapa Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bireuen Aceh masih diam seribu bahasa, warga minta pulang tidak perduli,apakah pertanda kemanusiaan tidak dihargai lagi, bila pemerintah sedang gaduh dengan kasus pandemi virus corona atau Covid-19, jangan lupa memikirkan nasib rakyat,yang menderita di negeri orang,pungkas Marwan Lubis bersama Azhari Ujong Blang.

Penulis : Rizal Jibro

Editor : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.