Oknum Guru SMP Negeri 16 Pulau Morotai di Duga Melakukan Pelecehan Kepada Dua Siswi

Sotarduganews, Morotai — Seorang guru berinisial (MS) di salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) Kecamatan Pulau Rao di duga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak didiknya.

Salah satu korban juga siswa yang menduduki bangku kelas III SMP sebut melati 15 tahun kepada media ini mengaku seorang guru telah melakukan tindakan yang tidak wajar terhadapnya katanya kamis, (21/02/2020).

Kejadian itu saat dirinya di suruh oleh pelaku (guru) tersebut untuk mengantar uang hasil jualan buku ke rumahnya di malam hari karena, (melati) di tugaskan menjual buku pelajaran ke siswa lainya.

Saat melati sampai di rumah pelaku (guru) bersangkutan, tiba-tiba lampu padam, belum sempat masuk ke rumah guru itu pun keluar menghampiri melati kemudian memberikan uang itu terjadilah adegan pelaku menarik dan memegang tangan dan memegang bagian tubuh sensitif dari melati. Karena, perlakuan yang tidak wajar siswa itu akhirnya menghindar.

“Waktu itu bapak guru suru saya datang di rumah saat datang di rumah tiba-tiba lampu mati. Saya belum masuk kedalam rumah bapak guru sudah keluar tiba-tiba pegang dan tarik tangan saya dan pegang buah dada saya” katanya.

Hal itu terjadi pada tanggal 21 januari 2020 kemarin.

Selain melati di sekolah tersebut hal yang sama terjadi terhadap siswi yang berada di bangku kelas II sebut saja mawar dengan pelaku oknum (guru) yang sama. Dari keterangan mawar saat itu sedang melakukan praktik di leb sekolah.

Usai praktek semua siswa keluar dari ruangan mawar giliran keluar yang paling terakhir belum sempat keluar oknum guru tersebut menutup pintu akhirnya tidak sempat keluar. Oknum guru pun melakukan hal yang tidak sepantasnya sebagai seorang pendidik.

“Saat praktek di ruangan Lab mawar keluar paling terakhir pas mau keluar bapak guru tutup pintu akhirnya mawar tidak bisa keluar lalu pak guru mendekati mawar dan Berusaha mencium dan sebagainya” keterangan kepala sekolah saat memanggil kedua siswa dan guru tersebut.

Pihak sekolah pun telah menyelesaikan masalah tersebut dengan memanggil kedua korban siswa itu dengan pelaku guru bersangkutan untuk di mintai keterangan kata kepsek Alfrina Tarame.

Saat di panggil oknum guru tersebut sudah memintah maaf kepada kedua korban dan sudah di maafkan sehingga masalah sudah selesai ujar Alfrina.

Oknum guru tersebut mengatakan tindakan yang di lakukannya tidak di segajakan terhadap (melati) karena, malam itu saat (melati) tiba di rumah tiba-tiba mati lampu sehingga di keluar dalam keadaan meraba dan tersentulah bagian sensitif dari (melati). katanya.

Sedangkan tindakannya terhadap (mawar) hanya untuk mengali informasi yang lebih dalam soal masalah (mawar) dengan kekasihnya agar dapat di ketahui.

Sementara sebagai orang tua tidak menerimah hal tersebut terjadi kepada anaknya. Tindakan oknum guru tersebut di anggap sudah tidak wajar sebagai seorang pendidik.

Apa lagi ada ancaman kepada anak bahwa tindakannya itu jangan sampai di ketahui oleh orang lain. Kalau sampai di ketahui maka mereka tidak akan mendapat nilai dari guru tersebut.

Penulis : oje

Editor. : red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.