DPRD Sumbawa Minta UD Ratna dan Perabot Agung Segera Benahi Fasilitas Pengganggu Kepentingan Umum

Sotarduganews Sumbawa NTB — DPRD Sumbawa dan dinas terkait meminta UD Ratna dan Perabot Agung segera membenahi fasilitas yang mengganggu jalan dan kepentingan umum. Karena selain menimbulkan kemacetan, juga diduga adanya pelanggaran terhadap IMB.

Foto: Ketua Komisi III DPRD kab. Sumbawa, Hamzah Abdullah

Desakan DPRD dan dinas terkait ditengarai saat Komisi III menggelar hearing, Selasa (23/6/2020) menyusul gugatan masyarakat yang disuarakan Lembaga Pemerhati Desa (LDP) dengan alasan keberadaan dua bangunan usaha itu, baik Mini Market UD Ratna yang berada di simpang empat Lawang Gali dan Perabot Agung Mart di Jalan Garuda dinilai melanggar aturan terkait kepentingan umum.

Dijelaskan bahwa UD Ratna berkaitan dengan dugaan penggunaan fasilitas umum yang menjadi pengguna jalan (trotoar) dan parkir di badan jalan tepat di traffic light. Hal ini mengganggu pengguna jalan dan pejalan kaki serta berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas. Sedangkan Perabot Agung Mart diduga menyerobot asset pemerintah atau mendirikan bangunan di atas lahan milik negara (jaringan irigasi). Keberadaan bangunan ini diduga menjadi penyebab mampetnya saluran yang memicu luapan air.

Persoalan tersebut akhirnya disampaikan ke DPRD Sumbawa dan wakil rakyat itu langsung menindaklanjuti melalui Komisi III dengan menggelar hearing. Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi III Hamzah Abdullah menghadirkan Kabag Hukum, Kasat Pol PP, Dinas Perhubungan, Dinas PMPTSP, Dinas PU, Dinas Pertanian, pemilik UD Ratna dan Perabot Agung Mart. Dalam pertemuan itu, DPRD Sumbawa dan dinas terkait meminta UD Ratna dan Perabot Agung segera membenahi fasilitas yang mengganggu jalan dan kepentingan umum.

Dikatakan pula bahwa keberadaan bangunan Perabot Agung Mart sebenarnya sudah dipersoalkan sejak 2017 lalu. Ini juga sempat dilansir samawarea.com edisi 18 September 2017 berjudul “Menyalahi IMB, ini Klarifikasi Perabot Agung Mart”.

Bagian dari berita itu Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Sumbawa (saat itu), Dian Sidharta, ST., MM (kini Sekdis PUPR Sumbawa) mengakui adanya pelanggaran IMB. Dalam pengurusan IMB sebenarnya prosedur yang dilakukan oleh pemilik Perabot Agung Mart sudah sesuai aturan. Termasuk adanya rekomendasi dari dinas terkait. Namun, dalam prosesnya bangunan itu dibuat permanen di atas saluran.

Apa yang dilakukan Perabot Agung merupakan sebuah pelanggaran, sehingga pihaknya melayangkan surat teguran. Namun untuk tindakan terhadap pelanggaran ini pihaknya tidak ingin terkesan tebang pilih. Sebab ada kasus serupa juga terjadi di beberapa wilayah lainnya. Seperti di kawasan Ai Awak Kelurahan Seketeng, Utan, Alas dan beberapa tempat lainnya.

Ini bisa terjadi tidak lepas dari minimnya pemahaman masyarakat akibat belum intensifnya sosialisasi. Karena itu ada dua alternatif yang ditawarkan pihaknya sebagai solusi. Yaitu pengalihan saluran dan menunggu terlaksananya penataan kota yakni kelanjutan pelebaran Jalan Garuda. Kebetulan juga ada proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Karena saluran yang ada sekarang ini masuk dalam wilayah bandara, harus dialihkan ke depan atau pinggir jalan negara.

Pengalihan ini akan mengambil lahan bagian depan milik Perabot Agung Mart. Karena itu saluran yang sudah ditutup bangunan toko tersebut ditukar guling dengan lahan bagian depan toko yang akan digunakan untuk pembuatan saluran. ‘’Saya menilai alternatif kedua ini merupakan win-win solution. Selain proyek pemerintah bisa berjalan, juga melindungi investor yang berinvestasi di daerah ini,” pungkasnya.

Penulis : Junaidi Messa
Editor : bernad

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.